SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Sepekan Ramadhan, BMKG Kendari Catat 105 Gempa di Sultra dan Sekitarnya

Sepekan Ramadhan, BMKG Kendari Catat 105 Gempa di Sultra dan Sekitarnya

CELEBESPOS.ID, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 105 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya sepanjang sepekan Ramadhan 2026. Aktivitas seismik tersebut didominasi gempa bermagnitudo kecil dan berkedalaman dangkal.

Petugas Operasional Stasiun Geofisika Kendari, Waode Mudhalifana, mengatakan ratusan gempa tersebut terdeteksi selama periode 20 hingga 26 Februari 2026 dan tersebar di sejumlah wilayah Sulawesi serta perairan sekitarnya, termasuk Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Laut Banda, Laut Flores, Selat Makassar, Teluk Tomini, dan Laut Maluku.

“Selama periode tersebut, tercatat 105 kejadian gempa di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya,” kata Waode Mudhalifana dalam keterangan resmi, Jumat (27 Februari 2026).

Secara khusus di wilayah Sulawesi Tenggara, BMKG mencatat 13 kejadian gempa yang tersebar di tujuh kabupaten. Wilayah Konawe dan Buton Utara masing-masing mengalami tiga kejadian gempa. Sementara Kolaka Timur dan Kolaka masing-masing dua kejadian. Adapun satu kejadian gempa tercatat di wilayah Kabupaten Buton, Konawe Selatan, dan Konawe Utara.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

BMKG juga mencatat satu gempa di wilayah Buton dirasakan masyarakat dengan intensitas II–III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang, namun tidak menimbulkan kerusakan.

Berdasarkan analisis parameter gempa, aktivitas seismik selama Ramadhan didominasi gempa bermagnitudo kecil, yakni kurang dari 3, dengan persentase mencapai sekitar 91,4 persen dari total kejadian. Selain itu, gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer juga mendominasi dengan persentase yang sama.

Menurut Waode Mudhalifana, dominasi gempa kecil dan dangkal menunjukkan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tenggara masih dipengaruhi oleh aktivitas sesar aktif lokal serta dinamika tektonik regional.

“Gempa-gempa yang terjadi umumnya berkekuatan kecil dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan,” ujarnya.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk memperoleh informasi resmi terkait gempa bumi, masyarakat diminta mengakses kanal resmi BMKG melalui website, media sosial terverifikasi, maupun aplikasi InfoBMKG. (red)

× Advertisement
× Advertisement