SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Aroma Tuna di Cafe Langit, Cerita Gebyar Kuliner Sehat dari Kendari

Aroma Tuna di Cafe Langit, Cerita Gebyar Kuliner Sehat dari Kendari

Ilustrasi suasana demo masak ikan tuna dalam Gebyar Kuliner Kreatif Sehat 2026 di Cafe Langit Hotel Qubah 9 Kendari, yang mempertemukan chef profesional, TP-PKK, dan pelaku kuliner dalam perayaan pangan lokal sehat.

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Rangka baja melengkung menaungi Cafe Langit Hotel Qubah 9 Kendari, menciptakan ruang semi-terbuka yang terasa lapang dan terang. Cahaya alami menembus sela atap transparan, memantul di meja-meja yang tertata rapi. Dari ketinggian, udara bergerak bebas, membawa serta aroma masakan yang perlahan memenuhi ruang. Di tempat itulah, Selasa, 27 Januari 2026, dapur dan pertemuan bertemu dalam satu perayaan bernama Gebyar Kuliner Kreatif Sehat 2026.

Balutan seragam hijau toska para anggota Tim Penggerak PKK dari berbagai kabupaten dan kota tampak menyatu dengan suasana. Ada kesan santai, namun tetap khidmat. Percakapan kecil terdengar di sela persiapan, sementara panci, wajan, dan talenan mulai mengambil perannya masing-masing.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pangan sehat berbasis bahan lokal sebagai fondasi ketahanan keluarga dan penguatan ekonomi daerah. Tepuk tangan mengalir, menandai dimulainya rangkaian acara yang sarat rasa dan makna.

Aroma ikan tuna yang dimasak perlahan segera mendominasi ruang. Rempah ditumis, kuah dipanaskan, dan dapur seolah berpindah ke Cafe Langit. Tuna—komoditas laut unggulan Sulawesi Tenggara—menjadi tokoh utama hari itu, diolah dalam berbagai rupa, dari sajian sederhana hingga presentasi berkelas.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Sorotan tertuju pada area demo masak. Di sana, Chef Muto, Professional Chef sekaligus Celebrity Chef Entertainer, berdiri dengan celemek dan senyum khasnya. Gerakannya lincah, penjelasannya ringan. Ia menunjukkan bagaimana tuna dapat diolah tanpa kehilangan karakter alaminya, sekaligus tampil modern dan sehat.

“Bahan lokal kita luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana mengolahnya dengan cara yang tepat dan berani berinovasi,” ujarnya di sela demo, disambut anggukan dan sorotan kamera ponsel para peserta.

Tak jauh dari panggung, deretan meja lomba dipenuhi aktivitas. Peserta mengenakan celemek biru bertuliskan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI)—organisasi yang menaungi para pelaku jasa boga dan profesional kuliner. Pisau beradu dengan talenan, tangan-tangan terampil menata hidangan dengan penuh konsentrasi.

Lomba Masak Kreasi Kepala Ikan Tuna menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian. Bagian ikan yang sering terpinggirkan justru tampil sebagai menu utama. Disajikan dalam kuah bening, kuah kemerahan, hingga racikan khas daerah, kepala tuna menemukan kembali nilainya. Salah satu hidangan bahkan diberi nama “Sorume”, khas Kolaka Timur, menjadi penanda kuatnya identitas lokal dalam setiap piring.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Di sisi lain, Lomba Masak Kreasi Bekal Cilik menghadirkan suasana lebih ceria. Hidangan mungil ditata warna-warni, bukan sekadar menarik mata, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak. Para juri berjalan menyusuri meja panjang, mencicipi, mencatat, dan berdiskusi pelan.

Kehadiran para Ketua TP-PKK kabupaten dan kota memberi bobot tersendiri. Plt Ketua TP-PKK Kolaka Timur, Hj. Hijrawati Yosep Sahaka, tampak menyusuri area lomba, menyapa peserta, dan menyimak proses memasak.

“Kegiatan seperti ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, karena berangkat dari dapur keluarga,” ujarnya.

Dukungan terhadap acara ini juga datang dari DPD PPJI Provinsi Sulawesi Tenggara. Perwakilannya, Hj. Rachmi Nurma, SP., menegaskan bahwa kreativitas kuliner harus berjalan seiring dengan standar kualitas dan kesadaran akan pangan sehat. Kolaborasi pun terasa lengkap dengan dukungan Bank Indonesia serta brand lokal Mahsuri, yang turut mendorong tumbuhnya ekosistem kuliner kreatif.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Rangkaian kegiatan lain, seperti Manual Brew Competition dan Demo Pembuatan Roti Teknik Jepang, menambah warna di Cafe Langit. Ketika acara mendekati akhir, angin kembali menyapu ruang terbuka itu. Piring-piring berisi olahan tuna masih tersaji, sebagian telah kosong, meninggalkan jejak rasa.

Di Kendari, lewat Gebyar Kuliner Kreatif Sehat 2026, dapur menemukan panggungnya. Dari tuna, rempah, dan tangan-tangan kreatif, lahir harapan—tentang kuliner sehat, identitas lokal, dan masa depan yang diramu bersama. (*)


× Advertisement
× Advertisement