SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Nasional
Beranda / Nasional / BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

CELEBESPOS.ID, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi iklim di Sulawesi Tenggara masih bersifat fluktuatif hingga Juni 2026. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Dalam Buletin Iklim Sulawesi Tenggara Edisi Maret 2026, BMKG mencatat bahwa pada Februari 2026 curah hujan di wilayah Sultra umumnya berada pada kategori menengah, yakni berkisar 101 hingga 300 milimeter. Namun, di beberapa wilayah seperti Kolaka, Konawe, Konawe Utara, Muna, dan Buton Tengah, curah hujan mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi, bahkan melampaui 500 milimeter.

Selain itu, analisis sifat hujan menunjukkan kondisi yang bervariasi, mulai dari bawah normal hingga atas normal. Artinya, distribusi hujan tidak merata di seluruh wilayah, dengan sebagian daerah mengalami curah hujan lebih rendah dari biasanya, sementara wilayah lain justru lebih tinggi.

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Kusairi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

“Angin baratan masih dominan membawa massa udara lembap ke wilayah Sulawesi Tenggara, sehingga mendukung pembentukan awan hujan dan meningkatkan potensi curah hujan,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh suhu permukaan laut di wilayah Sultra yang berada pada kisaran normal hingga lebih hangat. Hal ini meningkatkan suplai uap air di atmosfer, sehingga peluang hujan tetap tinggi.

BMKG juga mencatat adanya kejadian hujan ekstrem selama Februari 2026. Hujan lebat dengan intensitas 50–100 mm per hari terjadi di wilayah Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Muna. Sementara hujan sangat lebat di atas 100 mm per hari terpantau di Buton Selatan, Kolaka Utara, dan Muna.

Memasuki periode April hingga Juni 2026, BMKG memprakirakan curah hujan di Sulawesi Tenggara masih berada pada kategori menengah. Pada April, curah hujan berkisar 101–400 mm, kemudian menurun pada Mei menjadi 51–300 mm, dan Juni di kisaran 51–200 mm.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

“Dengan kondisi ENSO yang netral hingga pertengahan 2026, variabilitas hujan di Sultra lebih dipengaruhi faktor lokal. Ini menyebabkan distribusi hujan bisa berbeda-beda di setiap wilayah,” jelas Kusairi.

BMKG mengingatkan bahwa meskipun tren curah hujan mulai menurun, potensi hujan dengan intensitas tinggi tetap perlu diwaspadai, terutama di daerah yang rawan banjir dan longsor.

“Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau informasi iklim serta menjadikannya sebagai dasar dalam perencanaan, khususnya di sektor pertanian, kebencanaan, dan pengelolaan sumber daya air,” tutupnya. (red)

Mudik Asyik Baca Buku 2026, BB Sultra Hidupkan Literasi di Bandara Haluoleo
× Advertisement
× Advertisement