CELEBESPOS.ID, KENDARI — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dalam upaya percepatan penurunan stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Hal ini disampaikan saat membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) III Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kolaka Timur di Aula Baros Farm House, Desa Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, Rabu (11 Februari 2026).
Pembukaan Muscab III IBI berlangsung khidmat dan semarak dengan penampilan Tarian Sambutan serta Parade Vandel oleh anggota IBI. Seluruh peserta juga menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne IBI, dan Mars IBI sebagai bentuk semangat kebersamaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kebidanan.
Kehadiran Plt Bupati Kolaka Timur bersama jajaran pimpinan daerah menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan. Turut hadir Ketua TP-PKK Kolaka Timur, Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Timur Rismanto Runda, S.Sos., M.M. bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), para Kepala Puskesmas se-Koltim, serta ratusan bidan yang bertugas di berbagai wilayah Kolaka Timur.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Kolaka Timur menyoroti peran sentral bidan dalam mendukung program pembangunan kesehatan daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada peran aktif tenaga kesehatan di lapangan, khususnya bidan yang berinteraksi langsung dengan ibu hamil, bayi, dan keluarga.
“Bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Mereka bukan hanya tenaga medis, tetapi juga pendamping, edukator, dan motivator bagi keluarga dalam menjaga pola hidup sehat. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi para bidan yang melayani masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujar Yosep Sahaka.
Lebih lanjut, Plt Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan organisasi profesi seperti IBI dalam mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan. Ia berharap Muscab III menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menekan angka stunting di Kolaka Timur.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kesehatan ibu dan anak harus menjadi prioritas utama, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menurutnya, investasi dalam kesehatan ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua PC IBI Kolaka Timur, Dahlia Yuli Astuti, S.Sit., MPH., menyampaikan laporan penyelenggaraan Muscab III. Ia menegaskan bahwa forum ini merupakan ruang tertinggi organisasi di tingkat kabupaten untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat soliditas, serta menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, IBI Kolaka Timur berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kolaka Timur, melalui peningkatan kompetensi bidan, penguatan layanan berbasis komunitas, serta sinergi dengan pemerintah daerah.
Kegiatan Muscab III IBI ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam memperkuat sektor kesehatan sebagai salah satu pilar utama pembangunan Kolaka Timur yang lebih maju, sehat, dan berdaya saing. (red)






