SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Bukber di Site Lameruru, PT Tiran Indonesia Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Kebersamaan

Bukber di Site Lameruru, PT Tiran Indonesia Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Kebersamaan

Direktur PT Tiran Indonesia Capt. Andi Jamaluddin Arsyad bersama manajemen dan penceramah Ustadz Drs. H. Arifuddin Lewa, M.A. pada kegiatan buka puasa bersama di Site PT Tiran Indonesia, Desa Lameruru, Konawe Utara, Minggu, 1 Maret 2026.

CELEBESPOS.ID, KONAWE UTARA — PT Tiran Indonesia menggelar buka puasa bersama karyawan di Site PT Tiran Indonesia, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Minggu, 1 Maret 2026. Kegiatan bertema “Berkah Ramadan: Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi” ini menjadi momentum memperkuat solidaritas, spiritualitas, serta hubungan kekeluargaan antara manajemen dan karyawan.

Acara yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut dihadiri jajaran manajemen dan karyawan, dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, sambutan, tausiyah Ramadan, hingga doa bersama dan berbuka puasa.

Direktur PT Tiran Indonesia, Capt. Andi Jamaluddin Arsyad, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan mengajarkan nilai-nilai fundamental yang relevan dengan dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan yang sarat tantangan dan tanggung jawab.

“Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta kebersamaan. Nilai-nilai ini menjadi pondasi penting dalam dunia kerja, khususnya di industri pertambangan yang menuntut integritas, kerja keras, dan tanggung jawab yang tinggi,” ujarnya.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Ia menjelaskan, tantangan industri pertambangan tidak ringan, mulai dari aspek keselamatan kerja, efisiensi operasional, hingga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan yang memerlukan sinergi seluruh elemen perusahaan.

“Keselamatan kerja, efisiensi operasional, hingga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Momentum Ramadan ini diharapkan semakin memperkuat solidaritas, sinergi, dan semangat kita untuk bekerja secara profesional dan berintegritas,” kata Andi Jamaluddin Arsyad.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan. Tanpa kontribusi tersebut, perusahaan tidak akan mampu berkembang dan bertahan di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Ketua Panitia Kegiatan, Ibu Asma Aburaera, S.Psi yang juga Asisten Direktur Bidang SDM dan Aset PT Tiran Nusantara Group, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, dan silaturahmi di lingkungan perusahaan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan kerja,” kata Asma.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menciptakan suasana yang harmonis antara pimpinan dan karyawan, serta memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat dan pemerintah desa di wilayah PT Tiran Indonesia,” ujarnya.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Dalam kesempatan tersebut, tausiyah Ramadan disampaikan oleh penceramah asal Makassar, Ustadz Drs. H. Arifuddin Lewa, M.A. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ukhuwah dan memperbaiki kualitas diri.

“Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kebersamaan dan memperkuat silaturahmi. Dengan menjaga hubungan baik, saling menghormati, dan saling mendukung, maka keberkahan akan hadir dalam kehidupan, termasuk dalam lingkungan kerja,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan Ramadan sebagai momentum meningkatkan amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia menekankan bahwa kematian merupakan kepastian yang telah ditetapkan dan tidak seorang pun mengetahui kapan waktunya.

“Sejak tujuh belas Ramadan yang lalu hingga tujuh belas Ramadan yang akan datang, nama-nama yang akan diwafatkan sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Mudah-mudahan nama kita belum ada. Amin,” ujarnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, ketidakpastian waktu kematian seharusnya menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal saleh, meningkatkan ibadah, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan selama masih diberi kesempatan hidup.

Ia juga mengajak jamaah untuk menjaga kerendahan hati, menjauhi kesombongan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mempererat kebersamaan. Kehidupan di dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan yang harus dipersiapkan dengan amal dan keimanan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara manajemen dan karyawan, serta membangun lingkungan kerja yang harmonis, solid, dan produktif di PT Tiran Indonesia. (red)

× Advertisement
× Advertisement