SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Ekonomi & Bisnis Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Bupati Konsel Irham Kalenggo: Direct Ekspor Sultra–Cina Perkuat Daya Saing Produk Daerah

Bupati Konsel Irham Kalenggo: Direct Ekspor Sultra–Cina Perkuat Daya Saing Produk Daerah

Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo (tengah) menghadiri launching dan pelepasan direct ekspor perdana Sulawesi Tenggara–Cina di Terminal Peti Kemas Kendari New Port, Rabu (28/1/2026).

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menilai peluncuran direct ekspor perdana dari Sulawesi Tenggara ke Cina sebagai langkah strategis yang akan membawa dampak besar bagi penguatan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Launching Direct Ekspor Perdana melalui Terminal Peti Kemas Kendari New Port, Rabu sore (28/1/2026).

Menurut Irham Kalenggo, kebijakan ekspor langsung tanpa melalui pelabuhan transit di luar daerah merupakan terobosan penting dalam sistem logistik Sulawesi Tenggara. Skema ini dinilai mampu memangkas biaya distribusi, mempercepat waktu pengiriman, serta memberikan efisiensi yang signifikan bagi pelaku usaha daerah.

“Launching direct ekspor ini adalah momentum strategis, tidak hanya bagi Sulawesi Tenggara secara umum, tetapi juga bagi Konawe Selatan. Dengan ekspor langsung, biaya logistik menjadi lebih efisien dan waktu pengiriman lebih singkat, sehingga produk daerah memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar internasional,” ujar Irham Kalenggo.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan siap memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan penguatan ekspor daerah yang sejalan dengan visi pembangunan SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera). Menurutnya, ekspor merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Irham Kalenggo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Konawe Selatan, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan, hingga sumber daya mineral. Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara cerdas, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai tambah agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Konawe Selatan memiliki sumber daya yang sangat potensial. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dikelola secara berkelanjutan dan diarahkan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan launching direct ekspor perdana ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda, Kapolda Sultra, jajaran Bea dan Cukai, Dinas Perhubungan, pelaku usaha, serta perwakilan instansi vertikal dan BUMN di sektor kepelabuhanan dan logistik.

Sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, direct ekspor feronikel ke Cina merupakan tonggak penting kesiapan industri, pelabuhan, dan sistem logistik daerah. Gubernur menegaskan bahwa ekspor langsung bukan sekadar capaian ekonomi, tetapi harus memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

“Ekspor langsung ini menunjukkan bahwa industri dan pelabuhan di Sulawesi Tenggara semakin siap dan berdaya saing. Yang terpenting, kemajuan ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur dalam pernyataannya.

Gubernur juga menekankan bahwa kebijakan hilirisasi dan penguatan ekspor harus dijalankan dengan prinsip keberlanjutan, tanggung jawab lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kata dia, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan tetap menjaga stabilitas dan kepastian hukum.

Sejalan dengan itu, Bupati Konawe Selatan menilai sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemerintah pusat, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan ekspor daerah ke depan. Ia berharap momentum direct ekspor perdana ini dapat diikuti dengan peningkatan volume ekspor serta perluasan pasar internasional bagi produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara.

“Ini harus menjadi awal dari penguatan ekspor daerah secara berkelanjutan. Konawe Selatan siap menjadi bagian dari upaya bersama membangun ekonomi Sulawesi Tenggara yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkas Irham Kalenggo. (red)

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

× Advertisement
× Advertisement