SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Hukum
Beranda / Hukum / Cinta Bergolak, Hape Melayang ke Parit, Damkarmat Kendari Bertindak

Cinta Bergolak, Hape Melayang ke Parit, Damkarmat Kendari Bertindak

Petugas Damkarmat Kota Kendari mengevakuasi handphone warga yang tercebur ke parit menggunakan alat penjepit pada Jumat malam (30 Januari 2026)

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Jumat malam, 30 Januari 2026. Jam menunjukkan pukul 22.00 WITA. Di Kendari, jam begitu kota masih hidup. Warung kopi ramai, kendaraan masih lalu lalang, dan sebagian orang masih asyik dengan ponselnya masing-masing.

Di jam yang sama, justru ada satu ponsel yang bernasib kurang mujur.

Laporan masuk ke Damkarmat Kota Kendari. Bukan kebakaran, bukan pohon tumbang, bukan pula evakuasi hewan atau cincin kawin yang terjepit di jari tangan. Yang dilaporkan: sebuah handphone tercebur ke parit.

Ada ungkapan, cinta ditolak, dukun bertindak. Kali ini ceritanya sedikit berbeda: cinta bergolak, hape melayang, Damkarmat bertindak.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Tim rescue Damkarmat Kendari tetap bergerak cepat menuju lokasi. Sebab bagi pemiliknya, HP bukan sekadar alat komunikasi. Di dalamnya ada pekerjaan, foto, kontak, hingga kenangan yang tak tergantikan.

Setibanya di lokasi, kronologi kejadian pun terungkap. Menurut pemiliknya, insiden bermula dari pertengkaran dengan sang pacar. Emosi memuncak, suara meninggi, dan di puncak ketegangan itulah ponsel menjadi korban.

Hape melayang sesaat di udara, lalu jatuh ke parit di tepi jalan.

Petugas Damkarmat kemudian melakukan pencarian. Dengan bantuan penerangan, mereka menyisir aliran air yang keruh. Untuk menghindari risiko turun langsung ke parit yang berlumpur, petugas menggunakan alat penjepit panjang guna mencari dan mengangkat benda yang tenggelam.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Beberapa menit kemudian, alat penjepit itu terangkat—dan di ujungnya terlihat benda yang sejak tadi dicari. Hape berhasil dievakuasi.

Lebih mengejutkan lagi, ponsel tersebut masih menyala saat diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Kendari, Drs. Ahriawandy Effendy, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya selalu merespons setiap laporan masyarakat.

“Petugas kami selalu siap membantu warga. Yang penting situasi aman dan tidak ada korban,” ujarnya.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Malam kembali berjalan normal. Kendari tetap ramai, lalu lintas terus bergerak, dan satu pelajaran kecil tertinggal dari kejadian itu:

Kadang yang tenggelam bukan cuma perasaan, tapi juga handphone.

Untungnya, di Kendari, bahkan drama percintaan pun masih bisa diselamatkan. Setidaknya, ponselnya dulu. (red)

× Advertisement
× Advertisement