SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Cuaca Sultra Tak Lagi Tenang: Data BMKG Ungkap Kontras yang Mencolok

Cuaca Sultra Tak Lagi Tenang: Data BMKG Ungkap Kontras yang Mencolok

CELEBESPOS.ID, KENDARI – Cuaca Sulawesi Tenggara sedang tidak berjalan dalam pola yang tenang dan seragam. Di satu wilayah, hujan turun sangat lebat hingga tembus lebih dari 100 milimeter per hari. Di wilayah lain, curah hujan justru berada di bawah normal.

Dalam satu provinsi. Dalam satu periode waktu yang sama.

Data itu terungkap dalam Buletin Iklim Sulawesi Tenggara Edisi Februari 2026 yang dirilis Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara .

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Kusairi, menyebutkan bahwa analisis periode November 2025 hingga Januari 2026 menunjukkan rentang kondisi yang cukup ekstrem.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Sebagian wilayah masuk kategori sangat kering, sementara wilayah lain berada dalam kondisi sangat basah. Distribusi hujan di Sultra sedang tidak merata.

Hujan Ekstrem di Barat

Sepanjang Januari 2026, curah hujan di Sulawesi Tenggara tercatat berkisar antara 21 hingga 400 milimeter . Namun di beberapa titik, intensitasnya jauh melampaui angka rata-rata.

Kategori hujan sangat lebat—lebih dari 100 mm per hari—terjadi di Samaturu dan Wolo (Kolaka), serta Rante Angin (Kolaka Utara) .

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Curah hujan sebesar itu bukan sekadar statistik. Dalam hitungan jam, air bisa meluap, tanah menjadi jenuh, dan risiko longsor meningkat—terutama di wilayah perbukitan.

Secara umum, hari hujan selama Januari berkisar antara 13 hingga 17 hari di berbagai wilayah Sultra . Artinya, hujan turun hampir separuh bulan.

Tekanan di Wilayah Lain

Namun tidak semua daerah mengalami hujan berlebih.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Analisis sifat hujan Januari 2026 menunjukkan banyak wilayah berada dalam kategori Bawah Normal—yakni curah hujan kurang dari 85 persen dari rata-rata klimatologisnya .

Wilayah luas di Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kota Kendari, hingga sebagian Buton dan Wakatobi termasuk dalam kelompok ini.

Bagi petani lahan tadah hujan, kondisi ini dapat memengaruhi kelembapan tanah dan jadwal tanam.

Suhu Panas dan Udara Lembap

Di tengah dinamika hujan itu, suhu udara rata-rata Januari 2026 di Sultra tercatat berkisar 27,6 hingga 28,6 derajat Celsius . Bahkan suhu maksimum sempat menyentuh 36 derajat Celsius.

Kelembapan udara pun relatif tinggi, berada pada kisaran 78 hingga 85 persen . Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi ini membuat atmosfer Sultra tetap aktif membentuk awan konvektif.

Arah angin terbanyak berasal dari barat, dengan kecepatan rata-rata sekitar 0,9 meter per detik , memperkuat suplai uap air ke wilayah ini.

Tanpa El Nino, Tapi Musim Hujan Masih Aktif

Menariknya, kondisi ini tidak dipicu gangguan global seperti El Nino atau La Nina.

Indeks Nino 3.4 berada pada angka -0,17 atau kategori Netral dan diprakirakan bertahan hingga pertengahan 2026 .

Analisis awal musim hujan 2025/2026 juga menunjukkan terdapat 17 Zona Musim (ZOM) di Sultra yang sudah memasuki musim hujan, dan satu zona mengalami musim hujan sepanjang tahun 2025 .

Artinya, secara klimatologis, Sultra memang masih berada dalam fase musim hujan. Hanya saja, distribusinya tidak lagi seragam.

Maret–Mei: Dinamika Belum Usai

Untuk periode Maret hingga Mei 2026, BMKG memprakirakan curah hujan berada pada kisaran 101–500 mm per bulan, dengan sifat hujan tetap bervariasi antara Bawah Normal, Normal, hingga Atas Normal .

“Kami menyampaikan buletin ini sebagai bahan perencanaan dan penentuan kebijakan pembangunan, khususnya sektor pertanian maupun sektor lainnya,” ujar Kusairi .

Langit Sultra mungkin tampak sama bagi yang memandangnya dari jauh. Namun data menunjukkan cerita yang berbeda di setiap kabupaten.

Ada yang kebanjiran.
Ada yang menunggu hujan. Dan di antara keduanya, kesiapsiagaan menjadi kunci. (red)

× Advertisement
× Advertisement