SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Damkarmat Kendari Amankan Ular Piton 7 Meter di Atas Plafon Rumah Warga

Damkarmat Kendari Amankan Ular Piton 7 Meter di Atas Plafon Rumah Warga

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari mengevakuasi seekor ular piton sepanjang sekitar 7 meter yang masuk ke atas plafon rumah warga di Jalan Bunga Kolosua No. 10B, Lorong Blok M, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Minggu malam, 8 Februari 2026. Evakuasi berlangsung hampir satu jam dan berjalan tanpa korban jiwa, meski seorang petugas sempat mengalami luka ringan.

Peristiwa bermula ketika pemilik rumah, Yones, mendengar suara seperti pijakan kaki di depan rumahnya sekitar pukul 23.45 Wita. Curiga ada orang yang masuk, ia mengintip dari jendela, namun tidak melihat siapa pun. Suara tersebut tetap terdengar, hingga akhirnya ia mendapati seekor ular piton berukuran besar berada di sekitar rumahnya. Panik dan menyadari potensi bahaya, Yones sempat mengambil parang, namun ular tersebut telah naik ke atas plafon. Ia pun segera menghubungi Damkarmat Kendari.

Laporan resmi masuk ke pos Damkarmat pada pukul 23.45 Wita. Delapan menit kemudian, pukul 23.53 Wita, Unit Rescue berangkat menuju lokasi yang berjarak sekitar 3,1 kilometer dari Mako Damkarmat. Tim tiba di tempat kejadian pada pukul 00.04 Wita dalam kondisi cuaca gerimis.

Setibanya di lokasi, Regu Tim Penyelamatan Pleton 2 yang dipimpin Komandan Regu Rescue Darius langsung melakukan tinjau lokasi, dokumentasi, dan persiapan peralatan sebelum memulai evakuasi. Petugas menghadapi sejumlah kendala karena posisi ular berada di atas plafon serta ukurannya yang besar. Ruang gerak yang terbatas memaksa tim membongkar sebagian plafon untuk memastikan posisi ular dan menghindari risiko jatuh tiba-tiba.

Tertimpa Batu Saat Bekerja, Operator Excavator di Baubau Meninggal Dunia

Selain itu, ular yang terus bergerak dan melilit rangka atap memperumit proses evakuasi. Meski demikian, dengan koordinasi tim dan teknik penanganan yang tepat, ular berhasil diamankan pada pukul 00.57 Wita, atau sekitar 50 menit setelah proses evakuasi dimulai. Dalam operasi tersebut, Komandan Regu Rescue Darius sempat terkena paku di bagian kepala, namun tidak mengalami luka serius.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Kendari, Drs. Ahriawandy Effendy, menegaskan bahwa keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penyelamatan. Menurutnya, evakuasi di ruang sempit dan ketinggian memiliki risiko tinggi sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra dan penggunaan peralatan yang tepat.

Damkarmat Kendari juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama pada malam hari, serta segera melapor kepada petugas berwenang apabila menemukan hewan liar atau berbahaya di lingkungan tempat tinggal, alih-alih mencoba menanganinya sendiri.

Selasa, 10 Februari 2026, Damkarmat Kendari secara resmi menyerahkan ular piton sepanjang sekitar 7 meter tersebut kepada Unit Penyelamatan Satwa Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk penanganan dan rehabilitasi lebih lanjut.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Unsur yang terlibat dalam evakuasi terdiri atas Regu Tim Penyelamatan Pleton 2, Komandan Regu Rescue Darius, personel Fire Button, serta sejumlah warga yang turut membantu selama proses berlangsung. (red)

× Advertisement
× Advertisement