SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Figur & Inspirasi
Beranda / Figur & Inspirasi / Driver Maxim Perempuan di Kolaka, Antara Kerja dan Tanggung Jawab Keluarga

Driver Maxim Perempuan di Kolaka, Antara Kerja dan Tanggung Jawab Keluarga

CELEBESPOS.ID, KOLAKA – Pagi di Kolaka belum sepenuhnya bergerak ketika Renny Irine Souisa sudah lebih dulu mengalahkan waktu. Rumah kecilnya ia rapikan, sarapan ia siapkan, lalu satu per satu tanggung jawab keluarga ia tuntaskan. Setelah itu barulah ia mengenakan jaket kerja, memasang helm, dan menyalakan Scoopy hijau—kendaraan yang setiap hari mengantarnya menyeimbangkan dua dunia: kerja di jalanan dan keluarga di rumah.

Bagi Renny, menjadi driver Maxim bukan sekadar pekerjaan. Ia adalah ruang bertahan hidup, tempat seorang perempuan menjaga martabat, menghidupi anak dan orang tua, sekaligus membuktikan bahwa kerja sunyi pun layak dihargai.

Renny tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai pengemudi ojek online. Keputusan itu lahir dari keadaan. Tempat kerjanya sebelumnya kehabisan stok dan para pekerja diliburkan. Di saat yang sama, ia adalah ibu tunggal dengan tanggungan keluarga.

Berdiam diri bukan pilihan. “Ada kekosongan waktu, dan saya tidak suka diam,” ujarnya.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Ajakan keluarga untuk mencoba menjadi driver Maxim datang di saat yang tepat. Renny memiliki sepeda motor, kelengkapan identitas, dan satu modal penting yang sering luput disebut: kemauan untuk mencoba. Ia juga menyukai berkendara. Perjalanan jauh dengan motor bukan hal asing baginya.

Pada September 2025, Renny resmi bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim. Sejak itu, jalanan Kolaka menjadi ruang kerjanya.Setiap hari, Renny memulai rutinitas dari rumah. Membersihkan, memasak, memastikan anak dan ayahnya makan. Sekitar pukul delapan pagi, ia mulai menarik penumpang. Kadang lebih awal. Kadang hingga pukul tujuh malam.

Wilayah yang paling sering ia lalui adalah Jalan Pemuda hingga kawasan RS SMS Berjaya. Dari sana, order demi order datang. Penghasilannya tidak besar, namun cukup untuk bertahan. Jika dirata-ratakan, sekitar Rp100 ribu per hari atau kurang lebih Rp3 juta per bulan, sudah termasuk biaya bensin. Dari jumlah itu, ia membagi kebutuhan hidup, biaya sekolah anak, kebutuhan rumah, dan cicilan motor yang masih berjalan.

Ia tinggal bersama ayahnya yang sudah tidak bekerja. Anak-anaknya dua. Yang sulung berusia 21 tahun dan sudah bekerja. Yang bungsu masih duduk di kelas 2 SD. “Kebutuhan ya dicukup-cukupkan,” katanya pelan.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Menjadi driver perempuan di jalanan tidak selalu mudah. Ada penumpang yang membatalkan pesanan setelah mengetahui pengemudinya perempuan. Ada pula yang tampak ragu sejak awal. Renny memilih menerima itu sebagai bagian dari risiko pekerjaan.

Namun, di sisi lain, banyak pelanggan—terutama perempuan—justru merasa lebih nyaman dengannya. Mereka menyimpan nomor Renny, menghubunginya kembali, bahkan menjadikannya langganan. Tak jarang, ia menerima tip lebih besar dari tarif perjalanan.

Baginya, itu bukan sekadar tambahan penghasilan. Itu adalah kepercayaan.Saat berkendara, Renny jarang memutar musik keras. Ia lebih memilih lagu-lagu bernada tenang yang membuat pikirannya tetap jernih. Setiap pagi sebelum beraktivitas, ia selalu meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri dan menyerahkan kegelisahan hidupnya kepada Yang Maha Kuasa.

Ia berdoa agar dijauhkan dari kecelakaan, dari order fiktif, dan dari hal-hal yang merugikan. Di lehernya, tersimpan sebuah kalung kecil yang tidak pernah ia pamerkan—sekadar pengingat bahwa dalam kerasnya hidup, manusia tetap membutuhkan pegangan batin.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Kalimat yang sering ia ucapkan sederhana: kuatkan saya. Dan saat hari berakhir: terima kasih untuk hari ini.

Keteguhan Renny tidak luput dari perhatian pihak Maxim. Melalui Subdivision Maxim Kolaka, perusahaan memberikan apresiasi khusus kepada Renny sebagai pengemudi perempuan yang dinilai konsisten, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan perannya sebagai mitra pengemudi sekaligus tulang punggung keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Renny menerima paket sembako, voucher, dan merchandise sebagai simbol penghargaan. “Itu membuat saya merasa dihargai,” kata Renny.

Head of Subdivision Maxim Kolaka, Hilda Yani, menyebut pengemudi seperti Renny sebagai contoh ketekunan dan loyalitas. Menurutnya, pengemudi perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi daring, terutama di daerah.

Tantangan terbesar Renny adalah hujan. Saat hujan turun, ia harus menepi. Penumpang tidak selalu bisa dilayani. Ia beralih ke pengantaran makanan atau menunggu cuaca membaik.

Ia bersyukur, selama menjadi driver, kesehatannya tetap terjaga. Renny disiplin mengatur waktu istirahat dan rutin mengikuti senam Sumba di salah satu sanggar di Kolaka.

Baginya, tubuh yang sehat adalah modal utama untuk terus bekerja.Sejak kecil, Renny membiasakan anak-anaknya mengenal nilai usaha. Dari hal sederhana—menjual alat tulis di sekolah—ia mengajarkan bahwa hidup tidak datang dengan mudah. Pesannya selalu sama: jangan gengsi, jangan takut mencoba, selama itu jujur dan positif.

Di Kolaka, Renny adalah satu-satunya driver Maxim perempuan. Ia anak ketiga dari enam bersaudara. Lulusan SMA Negeri Pomalaa, tamatan 1997. Seorang perempuan yang pernah gagal dalam pernikahan, namun tidak pernah berhenti berusaha berdiri.

Ia memiliki harapan sederhana: suatu hari bisa beralih ke kendaraan roda empat agar tetap bisa bekerja meski hujan. Untuk itu, ia menabung—pelan-pelan.

Setiap malam, setelah motor diparkir dan helm dilepas, Renny beristirahat. Esoknya, semuanya diulang kembali.Di jalanan Kolaka, perjuangan seperti ini sering berjalan tanpa suara. Namun dari sanalah, banyak keluarga tetap bertahan—satu perjalanan demi satu perjalanan. (*)

× Advertisement
× Advertisement