CELEBESPOS.ID, KENDARI — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai menjalankan program nasional pembagian satu juta paket takjil selama Ramadan 2026. Di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS setempat menyalurkan sebanyak 1.000 paket berbuka puasa kepada masyarakat secara serentak di seluruh kecamatan, Sabtu, 28 Februari 2026.
Distribusi paket takjil tersebut melibatkan pengurus dan kader PKS di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang turun langsung ke lapangan. Pembagian dilakukan di sejumlah titik keramaian, terutama di ruas jalan yang dilalui pengendara menjelang waktu berbuka, serta melalui metode door to door ke rumah-rumah warga.
Ketua DPD PKS Kota Kendari, La Yuli, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Kendari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen partainya dalam menyukseskan program nasional pembagian satu juta paket berbuka puasa yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS selama Ramadan.

“Pengurus dan kader PKS di masing-masing kecamatan membagikan langsung kepada masyarakat. Ada yang dibagikan di jalan kepada pengendara, ada juga yang disalurkan langsung ke rumah warga,” kata La Yuli.
Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari itu menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari gerakan nasional PKS yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia selama Ramadan.
Secara nasional, program pembagian takjil menjadi salah satu agenda sosial PKS yang melibatkan seluruh jenjang kepengurusan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih beraktivitas saat waktu berbuka sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di bulan suci.

Selain pembagian takjil, PKS Kota Kendari juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan sosial dan keagamaan sepanjang Ramadan. Agenda tersebut meliputi buka puasa bersama, kajian keislaman, program interaksi dengan Al-Qur’an, penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), serta pelaksanaan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
La Yuli mengatakan, kegiatan i’tikaf tersebut terbuka untuk masyarakat umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan ibadah dan kebersamaan selama Ramadan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat luas sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (red)






