CELEBESPOS.ID, KUNINGAN — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kakanwil KemenHAM) Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menghadiri dialog sekaligus kunjungan pada Rapat Kerja (Raker) III Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026).
Kehadiran Kakanwil menjadi bentuk dukungan terhadap peran mahasiswa sebagai agen perubahan, khususnya dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan dan hak asasi manusia (HAM).
Dalam dialog tersebut, Hasbullah memberikan penguatan kepada para kader HMI agar tetap menjaga idealisme, memperkuat kapasitas intelektual, serta aktif berkontribusi dalam isu-isu sosial kemasyarakatan, terutama yang berkaitan dengan penghormatan dan perlindungan HAM.

Ia menegaskan bahwa kader HMI memiliki peran strategis sebagai generasi muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif. Menurutnya, mahasiswa harus mampu membaca tantangan zaman, menghadirkan gagasan konstruktif, serta menjadi motor penggerak perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Hasbullah mendorong para kader untuk terus berinovasi dalam setiap program organisasi, baik di bidang akademik, sosial, maupun advokasi. Inovasi, katanya, menjadi kunci agar gerakan mahasiswa tetap relevan dan responsif terhadap dinamika sosial.
“Mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman, berani berinovasi, dan tetap menjaga nilai-nilai integritas. HMI memiliki sejarah panjang dalam mencetak pemimpin bangsa, dan kader hari ini adalah pemimpin masa depan,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi terbuka mengenai peran pemuda dalam penguatan demokrasi, toleransi, serta pembangunan daerah yang berperspektif HAM. Para kader HMI menyambut baik kehadiran Kakanwil dan memanfaatkannya sebagai ruang memperluas wawasan serta memperkuat semangat pengabdian.
Melalui dialog ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih erat antara KemenHAM Jawa Barat dan kalangan mahasiswa, khususnya HMI, dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. (red)






