SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Ketika Damkarmat Kendari Mengubah Rasa Takut Anak TK Menjadi Tawa

Ketika Damkarmat Kendari Mengubah Rasa Takut Anak TK Menjadi Tawa

Anak-anak TK berlarian riang di bawah siraman air selang Damkarmat saat sesi edukasi kebakaran di halaman Mako Damkarmat Kota Kendari.

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Pagi itu, sirene tidak meraung. Tidak ada asap, tidak ada kepanikan, tidak ada bau terbakar yang menusuk hidung. Yang ada hanyalah udara segar yang masih membawa sisa embun malam, bercampur samar aroma solar dari deretan armada pemadam yang berjajar rapi di halaman Markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari.

Di bawah langit cerah Kamis, 5 Februari 2026, halaman Mako Damkarmat menjelma menjadi ruang belajar yang hangat. Ratusan anak TK berderet mengenakan seragam sekolah masing-masing. Beberapa memegang topi kecil mereka, sebagian lain saling berbisik pelan—mata bulat mereka menatap penuh ingin tahu ke arah layar, selang pemadam, dan truk merah besar yang berdiri kokoh di belakang.

Di depan mereka, para petugas Damkarmat mengendalikan jalannya kegiatan. Dengan bahasa sederhana, mereka menjelaskan apa itu api, mengapa api bisa berbahaya, dan bagaimana cara menghindarinya. Mereka memperagakan APAR, membuka selang, menunjukkan peralatan pemadam, dan sesekali menjawab pertanyaan polos anak-anak:

“Kalau api besar, bagaimana, Pak?”
“Boleh pegang selangnya?”

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Nada petugas lembut, bukan menggurui. Bukan menakut-nakuti. Hanya menanamkan pengertian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Drs. Ahriawandy Effendy, menjelaskan bahwa edukasi kebakaran sejak dini penting agar anak-anak tidak hanya takut pada api, tetapi memahami bagaimana bersikap saat terjadi bahaya. Menurutnya, program ini merupakan investasi keselamatan jangka panjang bagi Kota Kendari, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Edukasi seperti ini kami lakukan agar anak-anak memiliki kesadaran keselamatan sejak dini, mengenal potensi bahaya kebakaran, serta tahu langkah awal yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Ahriawandy.

Program ini bukan inisiatif sesaat. Sudah berjalan sekitar lima tahun, rutin setiap pekan. Awalnya hanya untuk TK, kini diperluas ke SD kelas 1 dan 2—seiring meningkatnya minat sekolah yang dibuktikan dengan banyaknya surat permohonan yang masuk ke Damkarmat Kendari.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Pagi itu, peserta datang dari TK Darul Falah, TK Tunas Harapan Nambo, TK Alam Al-Bayyan Poasia, dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kendari.

Mereka datang dengan rasa ingin tahu. Mereka pulang dengan sesuatu yang lebih berharga: keberanian.

Lalu, momen yang paling ditunggu pun tiba.

Selang besar digelar. Air mengalir deras, membentuk tirai tipis yang menari di udara seperti hujan buatan. Anak-anak berlarian menerobosnya—menjerit kegirangan, tangan terentang, wajah basah namun berseri. Seragam mereka menggelap karena air, rambut menempel di dahi, tapi senyum tak lepas dari bibir.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Tawa menggema di halaman markas. Beberapa guru dan orang tua tertawa kecil di pinggir halaman, merekam momen itu dengan ponsel, menyaksikan bagaimana ketakutan perlahan berubah menjadi kegembiraan.

Di antara riuh itu, seorang murid TK Darul Falah tertawa lebar, menunjuk percikan air yang memantul di udara.

“Seru sekali! Tadinya saya takut, tapi sekarang jadi berani,” katanya polos—sebuah kalimat sederhana yang merangkum seluruh tujuan program ini.

Di kejauhan, truk pemadam merah berdiri gagah, seolah menjadi saksi bisu bahwa di tempat ini, keberanian dan kegembiraan tumbuh bersamaan. Bukan sekadar simulasi, pagi itu berubah menjadi pelajaran hidup—dibungkus dalam percikan air, tawa anak-anak, dan rasa aman yang dipancarkan para petugas Damkarmat.

Bagi Damkarmat Kendari, ini bukan hanya soal pencegahan kebakaran. Ini tentang membentuk cara pandang baru: bahwa pemadam kebakaran bukan sosok yang menakutkan, melainkan pelindung. Bahwa api bukan hanya ancaman, tetapi sesuatu yang harus dipahami.

Dan pagi itu, di halaman markas Damkarmat Kendari, rasa takut perlahan luruh—digantikan oleh keberanian kecil yang tumbuh di hati anak-anak. Sebuah keberanian yang, kelak, akan melindungi diri mereka, keluarga mereka, dan kota mereka. (red)

× Advertisement
× Advertisement