SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Nasional
Beranda / Nasional / Ketua PP Muhammadiyah: Islam Harus Dibumikan sebagai Pengatur Kehidupan dan Peradaban

Ketua PP Muhammadiyah: Islam Harus Dibumikan sebagai Pengatur Kehidupan dan Peradaban

CELEBESPOS.ID, PALEMBANG – Ajaran Islam memiliki cakupan yang sangat komprehensif, sehingga layak menjadi landasan dalam mengatur kehidupan serta membangun peradaban yang maju, adil, dan berkemajuan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, dalam Pengajian Tarhib Ramadan 1447 H yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang pada Rabu, 4 Januari 2026, sebagaimana dikutip melalui kanal Muhammadiyah.or.id

Dalam materinya, Kiai Saad menegaskan bahwa Islam bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga sistem nilai yang mengarahkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu ajaran Islam yang sarat hikmah, menurutnya, adalah ibadah puasa.

Dari perspektif kesehatan, Kiai Saad menjelaskan bahwa puasa dapat mengaktifkan proses autofagi, yakni mekanisme alami tubuh untuk membersihkan dan meregenerasi sel-sel yang telah rusak. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam selaras dengan temuan ilmiah modern.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Ia juga menegaskan bahwa bagi Muhammadiyah, Islam dan sains bukanlah dua entitas yang saling bertentangan. Dalam Risalah Islam Berkemajuan (RIB) Bab III, ditegaskan bahwa Islam Berkemajuan bertumpu pada gerakan ilmu yang bersumber dari nash dan diperkuat oleh pembuktian ilmiah.

“Risalah Islam Berkemajuan dipraktikkan berbasis pada nash dan mendapatkan pembuktian-pembuktian dalam dunia sains sesuai dengan pemahaman ber-Muhammadiyah,” ujarnya.

Salah satu cara Muhammadiyah membumikan ajaran Islam adalah melalui gerakan amal yang terlembagakan dalam Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Di bidang pendidikan, Muhammadiyah dikenal memiliki jaringan institusi yang sangat lengkap, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

Kiai Saad menekankan bahwa AUM di bidang pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai wahana memanusiakan manusia. Melalui pendidikan, generasi muda dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bertakwa.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Ia juga mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena mereka memiliki peran strategis dalam mencetak generasi terbaik yang akan mengisi masa depan bangsa.

Sementara itu, Rektor UM Palembang, Abid Jazuli, menyatakan bahwa kampusnya memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak insan bertakwa dan berkemajuan. Menurutnya, bulan Ramadan harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan kualitas kemanusiaan.

“Dalam momentum Ramadan kali ini, kita tingkatkan nilai-nilai kemanusiaan serta melatih diri menahan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, sekaligus membangun suasana kerja yang harmonis,” katanya.

Abid juga mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai ladang ibadah dan pengabdian dalam mencari rida Allah SWT. (red)

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

× Advertisement
× Advertisement