CELEBESPOS.ID, KENDARI — Di tengah hiruk-pikuk kota Kendari, di mana motor ojol berlalu-lalang, kurir berkejaran dengan waktu, dan pekerja lapangan bergulat dengan terik matahari, sebuah tantangan berbeda kini hadir. Bukan tentang kecepatan, kekuatan, atau ketepatan kerja — melainkan tentang suara, iman, dan kekhusyukan.
Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, bekerja sama dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Abeli, melontarkan undangan yang tak biasa: menantang para kurir, ojek online (ojol), cleaning service, satpam, hingga kuli bangunan untuk tampil dalam Lomba Adzan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian “Gebyar Ramadhan”, sebuah ikhtiar menyambut bulan suci dengan semangat kebersamaan dan syiar.

Di lingkungan ponpes yang nyaman di Jalan Lamasa, Matabubu, Poasia, gagasan ini lahir bukan sekadar untuk mencari suara paling merdu. Lebih dari itu, ia dimaksudkan sebagai ruang penghormatan bagi mereka yang jarang mendapat panggung, tetapi berperan besar dalam denyut kehidupan kota.
Pimpinan Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, HM Nur Alfiq, memandang lomba ini sebagai jembatan antara dunia kerja dan spiritualitas.
“Mereka adalah orang-orang yang setiap hari bekerja keras di jalan, di kantor, di proyek, dan di berbagai sudut kota. Melalui lomba adzan ini, kami ingin memberi mereka ruang untuk mengekspresikan keimanan, sekaligus menguatkan ruh ibadah menjelang Ramadhan,” katanya.
Suasana lomba nanti diproyeksikan khidmat — bukan riuh sorak-sorai. Setiap peserta akan berdiri tegak, menghadap kiblat, melantunkan adzan dengan penuh penghayatan. Suara yang biasanya mengalah pada deru mesin dan bising kendaraan, kini akan mengisi udara dengan panggilan shalat.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah yang menarik: kulkas untuk juara pertama, mesin cuci untuk juara kedua, kompor gas untuk juara ketiga, serta bingkisan bagi juara 4 hingga 10. Namun, lebih dari hadiah, yang ditawarkan adalah kebanggaan dan pengakuan.
Gebyar Ramadhan ini tidak hanya milik pekerja lapangan. Di sisi lain, ibu-ibu Majelis Ta’lim juga akan berlaga dalam Lomba Sholawat dan Barzanji — menghadirkan harmoni vokal, kekompakan, dan keindahan tradisi keislaman.
Pendaftaran dibuka gratis melalui QR Code panitia atau melalui kontak 0896 5483 4396. Siapa pun yang memenuhi kriteria profesi dipersilakan mendaftar, tanpa memandang latar belakang atau pengalaman lomba sebelumnya.
Menjelang Ramadhan, tantangan ini seperti ajakan halus: berhenti sejenak dari rutinitas, mengangkat kepala, dan melantunkan adzan — bukan sekadar sebagai suara, tetapi sebagai doa yang mengalir dari peluh kerja.
Bagi HM Nur Alfiq, harapannya sederhana namun dalam.
“Kami ingin Ramadhan disambut dan dijalani dengan hati yang hidup, suara yang terjaga, dan kebersamaan yang semakin erat di tengah masyarakat Kendari,” tutupnya. (red)






