SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Infrastruktur
Beranda / Infrastruktur / La Gacor Terima 263 Laporan dalam Sembilan Hari, PDAM Kendari Target Respons 24 Jam

La Gacor Terima 263 Laporan dalam Sembilan Hari, PDAM Kendari Target Respons 24 Jam

CELEBESPOS.ID, KENDARI – Respons masyarakat terhadap layanan pengaduan Perumda Air Minum Tirta Anoa Kota Kendari menunjukkan tren positif sejak program La Gacor diluncurkan pada 12 Februari 2026. Dalam sembilan hari berjalan hingga 21 Februari 2026, sistem ini telah menerima 263 laporan dari pelanggan di berbagai wilayah.

Dari total tersebut, sebanyak 93 laporan masih berstatus aktif atau dalam proses penanganan, sementara sekitar 170 lainnya telah dituntaskan. Jika dirata-ratakan, terdapat sekitar 12 hingga 13 aduan masuk setiap hari. Angka ini menjadi indikator meningkatnya partisipasi pelanggan dalam menyampaikan gangguan layanan air bersih.

Mayoritas laporan yang masuk berkaitan dengan kebocoran pipa, baik kebocoran lama yang baru dilaporkan maupun kebocoran baru yang terjadi belakangan ini. Laporan juga datang dari titik-titik yang tidak mudah dijangkau, mulai dari jalan lingkungan, bawah deuker atau jembatan, hingga di dalam pekarangan rumah warga yang sudah terpondasi rapi. Selain kebocoran, aduan pelanggan juga didominasi pertanyaan dan laporan terkait jadwal pengaliran air di sejumlah wilayah.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Anoa Kota Kendari, Sukriyaman, mengatakan meningkatnya partisipasi pelanggan dalam melaporkan kebocoran menjadi sinyal membaiknya komunikasi antara perusahaan dan masyarakat.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik. Mereka melaporkan kebocoran, baik yang sudah lama maupun yang baru terjadi. Termasuk kebocoran di jalan lingkungan, di bawah deuker atau jembatan,” ujar Sukriyaman saat dihubungi melalui ponselnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

La Gacor sendiri merupakan akronim dari Layanan Gangguan dan Kebocoran. Program ini dirancang sebagai sistem terpadu untuk menerima, mencatat, dan memantau setiap pengaduan pelanggan secara lebih terukur. Melalui sistem tersebut, setiap laporan terdokumentasi dan progres penanganannya dapat dipantau.

Menurut Sukriyaman, pihaknya telah melakukan mitigasi dengan menyiapkan tim khusus sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Tim tersebut diberdayakan agar sigap menangani setiap aduan yang masuk dengan target tindak lanjut maksimal 1×24 jam.

“Kami sudah mempersiapkan tim. Kami empowering tim agar selalu sigap dan tidak lebih dari 24 jam dalam penindakan aduan. Itu komitmen kami dalam berbenah dan mengembalikan kepercayaan pelanggan kepada kami,” tegasnya.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Ia mengakui, dalam pelaksanaan di lapangan terdapat sejumlah tantangan. Faktor cuaca menjadi salah satu kendala yang kerap memengaruhi kecepatan penanganan. Selain itu, kondisi medan yang sulit juga menjadi tantangan tersendiri.

“Ada kebocoran yang posisinya di dalam jembatan, bahkan ada yang berada di dalam rumah atau pekarangan warga yang sudah tertata rapi dan terpondasi. Itu membutuhkan kehati-hatian dan koordinasi ekstra,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh laporan tetap ditindaklanjuti. Pihaknya berkomitmen menjaga standar respons maksimal 1×24 jam sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan.

Selama bulan suci Ramadan, PDAM Tirta Anoa juga menegaskan kesiapan layanan 24 jam melalui La Gacor untuk memastikan distribusi air tetap terjaga. Pihak manajemen menyatakan siap memonitor gangguan kapan pun dihubungi selama Ramadan. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan La Gacor di nomor 0811 4080 2727.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan gangguan dinilai menjadi bagian penting dalam proses perbaikan sistem distribusi air bersih di Kota Kendari. Kolaborasi antara pelanggan dan perusahaan, menurut Sukriyaman, menjadi kunci mempercepat penanganan serta meminimalkan potensi kehilangan air akibat kebocoran.

“Ini proses berbenah. Kami ingin pelayanan semakin baik dan kepercayaan pelanggan kembali kuat,” pungkasnya. (red)

× Advertisement
× Advertisement