CELEBESPOS.ID, KENDARI — Suasana ruang tunggu Bandara Haluoleo yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi riuh penuh keceriaan. Anak-anak tampak berkumpul di atas karpet permainan ular tangga berwarna cerah, menyimak cerita yang dibacakan dengan penuh ekspresi. Di tangan mereka, buku-buku bacaan gratis menjadi teman baru selama menunggu penerbangan.
Momen ini merupakan bagian dari program “Mudik Asyik Baca Buku 2026” yang diinisiasi Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra) bekerja sama dengan Duta Bahasa Sultra dan pihak Bandara Haluoleo.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 Wita ini mengusung misi sederhana namun bermakna: mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat di ruang publik, khususnya di tengah arus mudik Lebaran. Selain membagikan buku gratis, para Duta Bahasa Sultra juga menghadirkan sesi mendongeng yang interaktif, berhasil menarik perhatian anak-anak dan menjauhkan mereka sejenak dari gawai.
Tak hanya itu, permainan ular tangga raksasa menjadi daya tarik tersendiri. Dalam permainan tersebut, anak-anak diajak menjawab berbagai pertanyaan seputar pengetahuan umum dan bahasa, menjadikan proses belajar terasa menyenangkan.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Haluoleo, Denny Ariyanto, yang hadir langsung didampingi Kepala Subbagian Umum BB Sultra, Abdul Razak. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa upaya peningkatan literasi merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor.
Abdul Razak mengatakan, kegiatan ini bertujuan menanamkan budaya baca sejak dini, bahkan di tengah aktivitas perjalanan mudik.
“Kami ingin memberikan pengalaman mudik yang berbeda. Membaca buku tidak harus di perpustakaan yang sunyi. Di bandara pun, buku bisa menjadi teman setia yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari para pemudik. Orang tua dari Afiza, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Saya sangat terbantu karena kegiatan ini mengisi waktu tunggu saat penerbangan saya delay 1,5 jam,” katanya.
Sementara itu, pihak Bandara Haluoleo menyambut baik pelaksanaan program ini di Pojok Baca bandara. Kegiatan yang berlangsung selama masa mudik Lebaran ini dinilai memberikan manfaat positif bagi para penumpang.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pemudik tetap bisa menunggu sambil mencintai dan menikmati membaca buku,” ujar Denny.
Hingga pukul 16.00 Wita, antusiasme masyarakat masih terlihat tinggi. Melalui program ini, BB Sultra dan Duta Bahasa Sultra berharap buku-buku yang dibawa pulang para pemudik dapat menjadi benih literasi yang tumbuh di kampung halaman masing-masing.
Mudik tahun ini pun tak sekadar perjalanan fisik menuju kampung halaman, tetapi juga menjadi perjalanan intelektual yang menyenangkan, terutama bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara. (red)






