SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Respons Cepat Pemkot Kendari, Sampah di Jalur Permukiman Akhirnya Diangkut Usai Disorot Warga

Respons Cepat Pemkot Kendari, Sampah di Jalur Permukiman Akhirnya Diangkut Usai Disorot Warga

Petugas kebersihan mengangkut tumpukan sampah di jalur permukiman Kota Kendari sebagai tindak lanjut keluhan warga yang disampaikan melalui media sosial. (Sumber: Facebook Arham Rasyid)

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Tumpukan sampah yang selama berbulan-bulan menggunung di salah satu jalur permukiman Kota Kendari akhirnya ditangani. Sampah di ruas jalan alternatif yang menghubungkan kawasan Jalan Abdul Rauf Tarimana–Orinunggu–Martandu, tepatnya di sekitar Jalan Merpati II, diangkut petugas kebersihan pada sore hari setelah mendapat sorotan warga melalui media sosial.

Penanganan tersebut menjadi tindak lanjut dari keluhan warga yang sebelumnya ramai diperbincangkan di Facebook. Salah satu warga, Arham Rasyid, yang pertama kali mengunggah kondisi tumpukan sampah tersebut, menyampaikan bahwa pengangkutan dilakukan tidak lama setelah keluhannya diposting.

“Setelah berbulan-bulan dibiarkan menggunung, sampah yang saya posting pagi tadi akhirnya diangkut petugas kebersihan sore ini,” tulis Arham dalam unggahan lanjutannya.

Ia menyebutkan, proses pengangkutan sampah dikoordinir langsung oleh Lurah setempat. Bahkan, secara kebetulan, Arham mengaku mengenal lurah yang turun langsung mengawal penanganan di lapangan.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

“Ternyata saya kenal lurahnya. MasyaAllah, what a small world. Tadi sempat senyum dan menyapa saat berpapasan,” ujarnya.

Penanganan cepat tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian memberikan apresiasi terhadap respons pemerintah daerah, sementara yang lain menyoroti perlunya sistem penanganan sampah yang lebih konsisten agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Warganet Nurtina menilai, secara kebijakan sebenarnya sudah ada pembagian peran antara lurah dan camat dalam penanganan sampah, namun implementasinya di lapangan belum selalu berjalan optimal.

“Setahu saya, dari kebijakan Pemkot memang lurah dan camat diarahkan berperan aktif terkait sampah di wilayahnya. Lurah mengoordinir, camat mengeksekusi dengan truk sampah. Hanya saja, pelaksanaannya kadang belum sesuai di lapangan,” tulisnya.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Sementara itu, Amir Sinonggi menyebut media sosial kini menjadi saluran efektif bagi warga untuk menyampaikan keluhan langsung kepada pimpinan daerah.

“Kalau ada titik sampah yang tidak beres, saya biasa kirim pesan ke akun Wali Kota atau Wakil Wali Kota. Alhamdulillah, responsnya cepat. Keluhan di media sosial sekarang lebih cepat ditanggapi,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah warganet mengingatkan agar penanganan tidak hanya bersifat reaktif. Heru Lesmana menilai, idealnya keluhan warga dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu persoalan menjadi viral.

“Daripada menunggu viral dan jadi sorotan luas, lebih baik keluhan warga yang disampaikan dengan cara baik langsung ditindaklanjuti dengan cepat,” tulisnya.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Masukan juga datang terkait solusi jangka panjang. Filah Kurniawan menyarankan penguatan layanan angkut sampah rumah tangga agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

“Awalnya mungkin hanya satu orang yang buang sampah. Lama-lama diikuti yang lain sampai menumpuk. Solusinya, tiap rumah sebaiknya punya jasa angkut sampah rutin,” ujarnya.

Selain itu, Aruf Arsan Yusuf, yang mengaku tinggal di sekitar lokasi, menegaskan bahwa tidak seluruh sampah berasal dari warga setempat.

“Sampah di sana bukan sepenuhnya dari warga sekitar. Banyak juga yang datang dari luar lingkungan dan membuang sampah di situ,” katanya.

Respons cepat pengangkutan sampah ini dinilai menjadi contoh sinergi antara warga, pemerintah kelurahan, dan Pemerintah Kota Kendari. Namun, warganet berharap langkah tersebut diikuti dengan pengawasan rutin, penyediaan fasilitas pendukung, serta edukasi berkelanjutan agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Ke depan, warga berharap penanganan kebersihan lingkungan di Kota Kendari dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga keluhan tidak lagi harus menunggu viral untuk mendapat perhatian. (*)

× Advertisement
× Advertisement