CELEBESPOS.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari menegaskan pentingnya disiplin aparatur dan percepatan pelaksanaan program prioritas menjelang sejumlah agenda besar daerah dan nasional. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Rabu (18/02/2026).
Apel rutin bulanan itu diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot Kendari dan menjadi forum konsolidasi kinerja sekaligus penguatan komitmen birokrasi dalam menjaga kualitas pelayanan publik.
Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan kepada ASN yang mulai menjalankan ibadah pada hari itu maupun keesokan harinya. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap keputusan pemerintah melalui sidang isbat sebagai bagian dari etika birokrasi dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Menurutnya, disiplin ASN bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga ketaatan terhadap aturan dan kebijakan pemerintah. “Sebagai bagian dari pemerintahan, kita wajib menunjukkan sikap patuh terhadap keputusan negara,” ujarnya.
Sekda memastikan bahwa selama Ramadan, pelayanan publik tetap berjalan optimal sesuai ketentuan jam kerja yang berlaku. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menjaga produktivitas dan tidak menjadikan bulan puasa sebagai alasan turunnya kinerja.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa usai Ramadan, Pemkot Kendari akan menghadapi sejumlah agenda strategis, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Karena itu, setiap OPD diminta mengawal pelaksanaan program prioritas di wilayah tugas masing-masing agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Dalam apel tersebut, perhatian khusus juga diberikan pada isu penanganan stunting. Sekda mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi terbaru, terjadi kenaikan angka stunting pada periode November–Desember 2025. Kondisi ini, kata dia, harus segera direspons melalui langkah intervensi yang lebih terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab dinas kesehatan. Perangkat wilayah, terutama lurah, diminta aktif melakukan pendampingan sejak tahap pra-nikah, masa kehamilan, hingga kelahiran anak.
“Intervensi harus dimulai sejak awal. Pastikan ibu hamil rutin memeriksakan diri di posyandu dan keluarga mendapat pendampingan yang memadai,” tegasnya.
Sekda juga meminta OPD teknis menyusun langkah strategis dan terukur agar penurunan angka stunting dapat dicapai secara signifikan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan upaya tersebut.
Selain menyoroti program kesehatan, ia turut mengapresiasi respons cepat petugas Dinas Pemadam dan Kebakaran melalui layanan darurat 112 yang dinilai sigap membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat. Layanan tersebut, menurutnya, mencerminkan peningkatan kualitas respons pemerintah terhadap kebutuhan warga.
Di akhir arahannya, Sekda mengingatkan seluruh OPD untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah menjelang pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia meminta perangkat daerah berkoordinasi lebih awal dengan Inspektorat guna memastikan administrasi dan pelaporan keuangan sesuai ketentuan.
Langkah itu dinilai penting untuk menjaga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selama ini diraih Pemerintah Kota Kendari.
Melalui apel tersebut, Pemkot Kendari kembali menegaskan komitmen membangun birokrasi yang disiplin, responsif, dan akuntabel, sekaligus memastikan seluruh program prioritas berjalan efektif demi kepentingan masyarakat. (red)






