CELEBESPOS.ID, KENDARI – Sepekan terakhir, langit Sulawesi Tenggara tak bersahabat. Aktivitas sambaran petir tercatat meningkat signifikan sepanjang 12–18 Februari 2026, dengan wilayah Konawe Raya masuk dalam kategori zona intensitas tinggi berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Stasiun Geofisika Kendari mencatat sambaran petir jenis cloud to ground (CG) terjadi hampir setiap hari selama periode tersebut. Puncaknya terjadi pada 16 Februari 2026, saat jumlah sambaran melonjak tajam dibanding hari-hari sebelumnya.
Petugas Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kendari, Waode Mudhalifana, menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas petir berkaitan erat dengan pertumbuhan awan konvektif yang masif di wilayah Sultra.
“Selama periode 12 hingga 18 Februari 2026, aktivitas petir di Sulawesi Tenggara tergolong cukup tinggi dan terjadi hampir setiap hari. Puncak sambaran petir CG tercatat pada 16 Februari,” ujar Waode, Jumat, 20 Februari 2026.
Wilayah dengan kerapatan sambaran tertinggi meliputi Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Konawe Kepulauan. Kondisi ini dipicu oleh kelembapan udara yang tinggi serta pemanasan permukaan yang kuat, sehingga memicu pembentukan awan cumulonimbus, terutama pada siang hingga sore hari.
Secara statistik harian, peningkatan mulai terlihat sejak 13 Februari, kemudian mencapai titik tertinggi pada 16 Februari sebelum kembali fluktuatif hingga 18 Februari.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai kilat dan petir. Warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon, menjauhi tiang listrik dan objek tinggi, serta menghindari aktivitas di area terbuka maupun perairan ketika badai petir berlangsung.
Dengan masih aktifnya musim hujan di Sulawesi Tenggara, potensi hujan disertai kilat dan petir diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. BMKG meminta masyarakat rutin memantau informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG maupun aplikasi InfoBMKG. (red)






