SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Seribuan Panggilan Prank Serbu Call Center 112 Kendari

Seribuan Panggilan Prank Serbu Call Center 112 Kendari

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Layanan darurat terpadu Call Center 112 Kota Kendari menghadapi tantangan serius pada awal 2026 akibat tingginya jumlah panggilan iseng atau prank call yang masuk ke sistem. Sepanjang Januari, ribuan panggilan tercatat, dan hampir seperempatnya tidak dapat ditindaklanjuti karena tergolong tidak valid.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, total 4.336 panggilan masuk ke Call Center 112 selama Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 3.308 panggilan atau sekitar 76 persen dinyatakan valid dan layak ditindaklanjuti. Namun, sebanyak 1.028 panggilan lainnya dikategorikan sebagai panggilan prank dan ghost call.

Panggilan prank mencakup laporan palsu, panggilan tanpa suara, hingga telepon iseng yang tidak memiliki urgensi sama sekali. Kondisi ini dinilai membebani kinerja operator 112 yang seharusnya fokus menangani keadaan darurat.

Kepala Diskominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menegaskan bahwa setiap panggilan yang masuk tetap harus direspons oleh call taker, sehingga panggilan prank berpotensi menghambat penanganan laporan yang benar-benar membutuhkan respons cepat.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

“Call Center 112 dirancang untuk keadaan darurat. Ketika banyak panggilan prank masuk, waktu dan tenaga petugas tersita, sementara bisa saja ada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan segera,” ujar Sahuriyanto.

Dari 3.308 panggilan valid, petugas mengonversinya menjadi 289 tiket laporan kejadian yang diteruskan ke instansi teknis untuk penanganan di lapangan. Hingga akhir Januari, 169 laporan atau sekitar 58 persen telah diselesaikan, sementara 120 laporan lainnya masih dalam proses tindak lanjut.

Jenis aduan yang paling sering masuk berkaitan dengan infrastruktur dan lingkungan, terutama permintaan penebangan pohon berisiko sebanyak 54 kasus, perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) 55 kasus, serta gangguan listrik PLN 48 kasus. Selain itu, terdapat pula laporan pohon tumbang, bak sampah penuh, sisa penebangan, hingga gangguan ketertiban umum.

Dari sisi kinerja instansi, beberapa perangkat daerah menunjukkan respons yang cukup baik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyelesaikan 23 dari 25 laporan yang diterima. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Dinas Sosial (Dinsos) menuntaskan seluruh laporan masing-masing sebanyak 12 dan 13 kasus. Polres Kendari dan PLN juga menuntaskan seluruh laporan yang masuk melalui kanal 112.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Meski demikian, Sahuriyanto menilai tingginya angka panggilan prank tetap menjadi persoalan serius yang perlu ditangani secara sistematis. Menurutnya, perilaku ini bukan hanya mengganggu layanan, tetapi berpotensi membahayakan keselamatan warga lain yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Diskominfo Kota Kendari berencana memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar, mengenai fungsi dan tata cara penggunaan Call Center 112. Edukasi publik ini diharapkan dapat menekan angka prank call serta meningkatkan efektivitas layanan darurat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan 112 secara bertanggung jawab. Ini adalah layanan untuk menyelamatkan nyawa dan menangani kondisi mendesak,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Kendari juga akan mengkaji penguatan sistem deteksi panggilan tidak valid serta peningkatan kapasitas operator, agar layanan 112 semakin responsif, akurat, dan efektif dalam melayani masyarakat. (red)

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

× Advertisement
× Advertisement