SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Siompu Barat Setelah Kebakaran: Negara Datang dengan Empati

Siompu Barat Setelah Kebakaran: Negara Datang dengan Empati

Warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buton Selatan meninjau langsung lokasi rumah yang terbakar di Desa Mokobeau, Kecamatan Siompu Barat, pascakejadian kebakaran yang menghanguskan permukiman warga.

CELEBESPOS.ID, BUTON SELATAN — Hari itu di Desa Mokobeau, Kecamatan Siompu Barat, tak lagi sama. Udara masih menyimpan bau hangus, dan dinding rumah berdiri dengan warna yang tak utuh. Beberapa hari setelah kebakaran melanda permukiman warga, jejak api masih jelas terlihat—di lantai yang menghitam, pada atap yang runtuh, dan pada tatapan warga yang belum sepenuhnya pulih.

Di halaman salah satu rumah yang rusak berat, bantuan disusun rapi. Karung beras, matras, selimut, hingga paket kebutuhan keluarga berjajar sederhana. Warga berkumpul mengelilinginya. Tidak ada pengeras suara atau baliho besar. Yang terdengar justru doa pelan, dipanjatkan bersama sebelum bantuan dibagikan.

Di antara kerumunan itu, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios berdiri sejajar dengan warga. Tangannya sesekali terulur, menyentuh bahu korban, menyapa tanpa jarak. Kehadiran pemerintah hari itu tidak tampil sebagai seremoni, melainkan sebagai perjumpaan.

Kebakaran yang terjadi pada Kamis, 9 Januari 2026, mengubah ritme hidup warga Mokobeau dalam hitungan jam. Rumah, perabot, dan sebagian besar harta benda tak terselamatkan. Bagi banyak keluarga, api bukan hanya membakar bangunan, tetapi juga rasa aman yang selama ini mereka kenal.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Di tengah penyerahan bantuan, Muhammad Adios menyampaikan empatinya. “Santunan ini saya berikan secara pribadi sebagai bentuk empati dan kebersamaan. Semoga dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan, serta menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ujarnya, Sabtu, 11 Januari 2026.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, santunan pribadi tersebut menjadi penguat moral bagi warga. Sebuah momen terekam jelas ketika seorang warga terdampak dipeluk erat. Pelukan itu singkat, tetapi cukup untuk menyampaikan satu pesan: mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Bantuan logistik disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Buton Selatan. Kepala Dinas Sosial La Salimu menjelaskan bahwa bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

“Kami dari Dinas Sosial hadir untuk memastikan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi, khususnya pada masa tanggap darurat pascakebakaran,” katanya.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Matras digelar untuk tidur sementara, selimut untuk malam yang panjang, makanan siap saji untuk hari-hari tanpa dapur. Di desa kepulauan yang relatif jauh dari pusat kota itu, bantuan sederhana menjadi penopang awal agar kehidupan tetap berjalan.

Tak jauh dari lokasi penyerahan bantuan, sisa-sisa rumah yang terbakar masih berdiri. Dinding bata menghitam, kayu rapuh, dan lantai tertutup abu menjadi saksi betapa cepat api mengubah segalanya. Warga dan aparat berdiri mengelilingi bangunan itu, menunjuk sudut-sudut yang paling parah terbakar. Tidak banyak kata diucapkan. Kesedihan lebih sering disimpan dalam diam.

Dari Mokobeau, perjalanan berlanjut ke Puskesmas Siompu Barat di Desa Molona. Di sebuah ruang perawatan bercat hijau, seorang korban kebakaran terbaring dengan balutan perban di kepala dan tangan. Infus tergantung di sisi ranjang, meneteskan cairan perlahan, seolah menghitung waktu pemulihan.

Di sisi ranjang itu, Bupati kembali hadir. Ia menyampaikan dukungan moril agar korban tetap kuat dan optimistis menjalani proses penyembuhan. Tidak ada pidato panjang. Kehadiran dan percakapan singkat menjadi bahasa kepedulian yang paling jujur.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memastikan pelayanan kesehatan bagi korban kebakaran akan menjadi perhatian hingga kondisi mereka membaik.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kebakaran, termasuk kerusakan bangunan dan kebutuhan rehabilitasi.

Bagi warga Mokobeau, pemulihan tentu tidak selesai dalam sehari. Namun pada hari itu, di antara abu, puing, dan luka, tumbuh keyakinan baru: bahwa ketika musibah datang, negara tidak sepenuhnya jauh.

Menjelang sore, bantuan dibawa pulang, luka dirawat, dan puing-puing perlahan disingkirkan. Siompu Barat belum sepenuhnya pulih. Tetapi di sela doa yang dipanjatkan dan empati yang dibagikan, harapan menemukan jalannya kembali. (*)

× Advertisement
× Advertisement