CELEBESPOS.ID — Tingginya kadar gula darah atau hiperglikemia kerap tidak disadari, padahal kondisi ini dapat menjadi pintu masuk berbagai penyakit serius, termasuk diabetes. Pakar kesehatan mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuh yang bisa menjadi sinyal awal kelebihan gula darah.
Sejumlah tanda umum yang sering muncul pada orang dengan gula darah tinggi di antaranya adalah rasa haus berlebihan dan frekuensi buang air kecil yang meningkat. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urine, sehingga cairan dalam tubuh cepat berkurang.
Selain itu, penderita juga kerap merasa cepat lelah dan mengantuk. Saat kadar gula tinggi, hormon insulin harus bekerja lebih keras untuk mengatur kadar glukosa dalam darah, yang berdampak pada naik-turunnya energi tubuh.
Gangguan penglihatan berupa pandangan kabur juga bisa menjadi indikasi. Kadar gula yang tinggi dapat memengaruhi cairan di dalam mata, sehingga fokus penglihatan terganggu.
Ciri lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya nafsu makan secara terus-menerus. Meski gula darah tinggi, sel-sel tubuh tetap kekurangan energi akibat gangguan fungsi insulin.
Masalah kesehatan mulut seperti sariawan berulang atau gangguan gigi juga lebih mudah muncul karena bakteri berkembang lebih cepat dalam kondisi gula darah tinggi. Di sisi lain, luka pada kulit cenderung lebih lama sembuh akibat terganggunya aliran darah dan proses regenerasi sel.
Perubahan pada kulit, seperti rasa gatal, kering, atau munculnya bercak hitam di area leher dan ketiak, juga bisa menjadi tanda adanya resistensi insulin. Sementara itu, perubahan berat badan yang drastis tanpa sebab jelas menunjukkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh.
Gejala lain yang sering diabaikan adalah rasa kebas atau kesemutan pada tangan dan kaki, yang bisa mengindikasikan kerusakan saraf akibat paparan gula tinggi dalam jangka panjang.
Langkah Pencegahan yang Dianjurkan
Untuk mengendalikan gula darah, tenaga kesehatan menyarankan masyarakat memperbaiki pola makan dengan memperbanyak konsumsi makanan sehat, membatasi gula dan karbohidrat olahan, serta memperbanyak aktivitas fisik.
Minum air putih yang cukup, mengelola stres, dan menjaga berat badan ideal juga menjadi kunci penting. Beberapa orang memilih mengombinasikannya dengan ramuan herbal tradisional, seperti rebusan daun salam dan kayu manis, air lemon infused, campuran madu dan bawang putih, atau jus pare dengan jeruk nipis.
Namun, ahli kesehatan menegaskan bahwa ramuan herbal sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti pemeriksaan medis. Jika seseorang mengalami beberapa gejala di atas, pemeriksaan gula darah di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan.
Deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang tepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (red)






