CELEBESPOS.ID, KONAWE SELATAN — Seorang pria bernama Tani (45), warga Dusun III, Desa Andoolo, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dilaporkan hilang setelah pergi ke kebun untuk mencari kemiri.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa (2 Juni 2026) pukul 05.40 Wita dari Ilham, petugas Damkar Konawe Selatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 06.00 Wita untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Lokasi pencarian berjarak sekitar 42 kilometer dari Kantor Basarnas Kendari.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan dari keluarga dan pemerintah setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir terlihat pada 31 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 Wita saat masih berada di kebun miliknya. Saat itu, keluarga yang mengantarkan makanan sempat bertemu dengan korban.
Kepada keluarganya, korban menyampaikan akan mencari tali resam, bahan anyaman yang banyak ditemukan di sekitar area kebun setelah sebelumnya mengumpulkan kemiri.
Namun ketika keluarga kembali ke lokasi sekitar pukul 15.00 Wita, korban sudah tidak berada di tempat. Yang ditemukan hanya tumpukan kemiri hasil kumpulan korban, sementara keberadaannya tidak diketahui.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya kejadian dilaporkan kepada Basarnas.
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue KPP Kendari, Damkar Konawe Selatan, aparat desa setempat, masyarakat, serta keluarga korban.
Sejumlah peralatan turut dikerahkan dalam operasi pencarian, antara lain rescue car, ambulans, drone thermal, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Berdasarkan data BMKG, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 6,8 kilometer per jam dari arah tenggara.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. (red)

