SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari Tamatkan 300 Santri

Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari Tamatkan 300 Santri

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, H. Muh. Nur Alfiq saat menyampaikan sambutan pada acara penamatan santri Tahun Pelajaran 2025/2026, Ahad, 24 Mei 2026.

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kegiatan penamatan santri Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kota Kendari yang digelar di Ma’had Pondok, Ahad, 24 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan orang tua santri, jajaran Kementerian Agama Kota Kendari, para ustaz dan ustazah, serta keluarga besar pondok pesantren.

Sebanyak kurang lebih 300 santriwan dan santriwati dari berbagai jenjang pendidikan resmi ditamatkan pada kegiatan tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al Askar Kota Kendari, H. Muh. Nur Alfiq, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan pembinaan di pondok pesantren.

Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan anak-anak kita menyelesaikan satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar pondok pesantren,” ujarnya.

Enam Bakal Calon Sudah Daftar, Pilrek UHO 2026 Makin Memanas

Pada kesempatan itu, Nur Alfiq juga menceritakan perjalanan panjang Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari hingga berkembang seperti saat ini.

Ia mengungkapkan, pondok pesantren tersebut awalnya dibangun di wilayah Moramo. Namun, musibah sempat terjadi ketika bangunan pondok yang baru didirikan roboh, sehingga proses pendidikan dan pengembangan pesantren harus menghadapi tantangan besar.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat mereka menyerah. Dengan semangat, doa, dan dukungan banyak pihak, pondok pesantren kemudian dipindahkan ke Jalan Lamasa, Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, dan terus berkembang hingga sekarang.

“Perjalanan pondok ini tidak mudah. Kami pernah mengalami ujian ketika bangunan pondok di Moramo roboh. Tapi Alhamdulillah, dengan doa dan dukungan banyak pihak, pondok ini bisa terus berdiri dan berkembang sampai hari ini,” ujarnya.

Institut Ilmu Al-Qur’an Jannatu Adnin Kendari Hadir Cetak Generasi Qurani di Sultra, UKT Mahasiswa Gratis

Dalam sambutannya, Nur Alfiq juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tiga sosok perempuan yang menurutnya memiliki peran besar dalam perjalanan hidup dan perjuangannya membangun pondok pesantren.

Ia menyebut sosok ibunya, ibu mertuanya, dan istrinya sebagai perempuan-perempuan hebat yang selalu memberikan dukungan, doa, serta kekuatan dalam setiap proses perjuangan.

“Saya sangat berterima kasih kepada ibu saya, ibu mertua saya, dan istri saya. Mereka adalah orang-orang yang sangat berjasa dalam perjalanan hidup dan perjuangan kami membangun pondok ini,” katanya.

Di hadapan para orang tua santri, Nur Alfiq juga menyampaikan pesan khusus kepada para santri terkait pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai kunci keberhasilan hidup.

SMKN 3 Kendari Gelar Karya Siswa dan Lomba Fashion Show, Angkat Tenun Sultra ke Panggung Kreativitas Pelajar

“Ini sebenarnya rahasia kalau ingin sukses dalam hidup. Berbaktilah kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu, dan juga kepada bapak. Ta’zhimlah kepada mereka, hormati mereka, karena doa seorang ibu itu menembus langit,” pesannya disambut haru para orang tua santri yang hadir.

Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh adab, akhlak, dan penghormatan kepada orang tua serta guru.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh ustaz dan ustazah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendidik dan membina para santri.

Menurutnya, perjuangan para tenaga pendidik di pondok pesantren bukanlah pekerjaan ringan karena tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak para santri.

“Kami sangat berterima kasih kepada para ustaz dan ustazah yang dengan penuh kesabaran mendidik anak-anak kita siang dan malam. Mereka bukan hanya mengajarkan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membimbing akhlak, kedisiplinan, dan kehidupan para santri sehari-hari,” katanya.

Nur Alfiq menambahkan, keberhasilan para santri hari ini tidak lepas dari doa orang tua serta ketulusan para guru dalam mendidik.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para santri agar terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an meskipun nantinya telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

“Ada pesan dari guru-guru kami dulu, teruslah membaca Al-Qur’an, terus murojaah, karena di situ selalu ada keberkahan. Jangan sampai setelah keluar dari pondok, hafalan ditinggalkan. Justru Al-Qur’an harus menjadi teman hidup sampai kapan pun,” ujarnya.

Ia berharap para santri dapat menjadi generasi Qur’ani yang mampu membawa manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, Hj. Marni, menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al Askar atas kontribusinya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing menuju generasi emas 2045.

Dalam sambutannya, Hj. Marni mengaku bangga melihat perkembangan para santri yang tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an di hadapan para orang tua dan tamu undangan.

“Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kita semua. Dulu anak-anak ini datang ke pondok dalam usia yang masih sangat kecil, bahkan ada yang baru berusia enam tahun. Selama bertahun-tahun mereka belajar, dibina, dan dididik dengan penuh kesabaran hingga hari ini tampil dengan penuh percaya diri,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengorbanan orang tua serta dedikasi para ustaz dan ustazah dalam mendampingi para santri selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Menurutnya, tantangan generasi muda ke depan semakin besar, terutama menghadapi perkembangan teknologi dan era digital menuju Indonesia Emas 2045.

Karena itu, kata dia, anak-anak tidak hanya harus memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.

“Kita berharap anak-anak kita memiliki tiga kecerdasan utama, yakni kecerdasan ilmu pengetahuan, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Mereka harus mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, tetapi tetap memiliki empati sosial dan akhlak yang baik,” katanya.

Hj. Marni juga berpesan kepada para santri agar tidak pernah berhenti belajar dan terus menjaga hafalan Al-Qur’an.

“Jangan pernah berhenti bermimpi dan belajar. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Dan kepada anak-anakku para penghafal Al-Qur’an, teruslah murojaah dan jangan meninggalkan hafalan Al-Qur’an meskipun nanti sudah meninggalkan pondok pesantren,” pesannya. (red)

× Advertisement
× Advertisement