Capaian ini sudah cukup baik, tetapi tahap akhir justru menjadi fase krusial yang membutuhkan pengawalan ketat.
CELEBESPOS.ID, KENDARI — Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur memasuki fase akhir dengan capaian progres fisik mencapai 91,55 persen. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian sejumlah pekerjaan tersisa agar fasilitas kesehatan tersebut dapat segera difungsikan untuk melayani masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pembangunan RSUD Kolaka Timur yang dilakukan Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Kementerian Kesehatan RI, Ghotama Airlangga, SKM, MKM, bersama jajaran, pada Senin, 19 Januari 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan proyek strategis sektor kesehatan di daerah berjalan sesuai standar dan target yang ditetapkan.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, rombongan Kementerian Kesehatan didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kolaka Timur serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur. Mereka meninjau langsung kondisi fisik bangunan, fasilitas penunjang, serta sejumlah area teknis yang akan menjadi bagian penting dari operasional rumah sakit ke depan.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, progres pembangunan RSUD Kolaka Timur dinilai telah menunjukkan kemajuan signifikan. Namun demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan yang perlu mendapat perhatian serius agar penyelesaian proyek tidak mengalami keterlambatan.
“Capaian ini sudah cukup baik, tetapi tahap akhir justru menjadi fase krusial yang membutuhkan pengawalan ketat,” ujar Ghotama Airlangga di sela-sela kunjungan.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam kegiatan monev tersebut adalah perlunya percepatan penyelesaian pekerjaan pada kontrak kedua. Seluruh tahapan pembangunan diharapkan dapat dirampungkan sesuai jadwal agar proses persiapan operasional rumah sakit tidak tertunda. Kementerian Kesehatan juga meminta agar koordinasi antara pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan pihak terkait terus diperkuat.
Selain aspek fisik bangunan, pengelolaan sisa anggaran pembangunan juga menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah diminta melakukan perencanaan yang matang dan terukur terhadap penggunaan anggaran yang masih tersedia, terutama untuk pemenuhan fasilitas penunjang rumah sakit. Langkah ini dinilai krusial agar RSUD Kolaka Timur dapat berfungsi secara optimal sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di wilayah tersebut.
Direktur Fasyankes Kemenkes turut menekankan perlunya revisi dan perbaikan pada beberapa titik pembangunan yang masih memerlukan penyesuaian. Revisi tersebut harus mengacu pada petunjuk teknis dan standar yang telah ditetapkan, guna memastikan mutu bangunan, keselamatan pasien, serta kualitas layanan kesehatan dapat terpenuhi sejak awal operasional.
“Rumah sakit bukan hanya soal bangunan berdiri, tetapi bagaimana standar pelayanan, alur kerja, dan aspek keselamatan bisa berjalan dengan baik. Karena itu, setiap detail harus sesuai juknis,” tegas Ghotama Airlangga.
Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses pembangunan hingga tahap akhir. Pengawasan intensif dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna memastikan RSUD Kolaka Timur dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keberadaan RSUD Kolaka Timur diharapkan mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan, memperpendek jarak rujukan pasien, serta mendukung pemerataan layanan kesehatan di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Kolaka Timur yang selama ini masih bergantung pada fasilitas kesehatan di daerah lain.
Dengan progres pembangunan yang telah melampaui 90 persen, pemerintah daerah optimistis RSUD Kolaka Timur dapat segera difungsikan sesuai perencanaan. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan daerah sekaligus mendukung agenda nasional peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. (*)






