SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / PPI Sodohoa Diresmikan, Sultra Perkuat Infrastruktur Perikanan untuk Ekonomi Nelayan

PPI Sodohoa Diresmikan, Sultra Perkuat Infrastruktur Perikanan untuk Ekonomi Nelayan

Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka saat meresmikan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa, Jumat (30/1/2026). (Foto: Dokpim Sultra)

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat fondasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, usai rampungnya rehabilitasi sarana dan prasarana fasilitas perikanan tersebut, Jumat (30/1/2026).

Peresmian PPI Sodohoa menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung aktivitas nelayan, sekaligus memperkuat rantai ekonomi perikanan dari hulu hingga hilir. Gubernur menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki posisi strategis dalam pembangunan Sulawesi Tenggara, mengingat besarnya potensi sumber daya laut yang dimiliki daerah ini.

Sulawesi Tenggara tercatat memiliki potensi perikanan mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi perikanan tangkap pada tahun 2025 mencapai 264.883 ton. Menurut Gubernur, angka tersebut menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir apabila didukung dengan infrastruktur yang memadai dan tata kelola yang profesional.

“Potensi yang besar ini tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa dukungan fasilitas yang layak dan sistem pengelolaan yang baik. Karena itu, keberadaan PPI Sodohoa menjadi elemen penting dalam penguatan sektor kelautan dan perikanan,” ujar Andi Sumangerukka dalam sambutannya.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Gubernur menjelaskan bahwa PPI Sodohoa tidak hanya berfungsi sebagai tempat sandar kapal dan bongkar muat hasil tangkapan, tetapi juga berperan sebagai simpul ekonomi masyarakat pesisir. Pangkalan ini menjadi pusat aktivitas nelayan, pelaku usaha perikanan, serta pintu masuk peningkatan nilai tambah komoditas hasil laut.

Data tahun 2025 mencatat sebanyak 782 nelayan memanfaatkan fasilitas PPI Sodohoa, dengan total produksi perikanan mencapai 11.497 ton. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi nyata PPI Sodohoa terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi nelayan dan pelaku usaha di sektor perikanan tangkap.

“Angka ini membuktikan bahwa PPI Sodohoa memiliki peran besar dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir dan mendukung keberlanjutan usaha perikanan,” kata Gubernur.

Rehabilitasi PPI Sodohoa, lanjut Andi Sumangerukka, dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja nelayan. Fasilitas yang lebih baik diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan, mempercepat proses distribusi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk perikanan Sulawesi Tenggara.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Namun demikian, Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada tahap peresmian semata. Tantangan selanjutnya adalah memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Yang terpenting bukan hanya membangun, tetapi bagaimana kita merawat dan mengelola fasilitas ini dengan baik. Dengan pengelolaan yang tepat, dampak ekonominya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Gubernur optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai dan pengelolaan yang profesional, PPI Sodohoa dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi perikanan di Sulawesi Tenggara. Pemerintah daerah juga mendorong sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan pelaku usaha dan pemberdayaan nelayan, agar sektor perikanan semakin berdaya saing.

Ke depan, Pemprov Sultra berharap pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan nelayan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

“Melalui sinergi, peningkatan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat pesisir, kita ingin membangun sektor kelautan dan perikanan yang maju, berkelanjutan, dan mampu menjadi penopang utama ekonomi Sulawesi Tenggara,” pungkas Gubernur.

Dengan diresmikannya PPI Sodohoa, Sulawesi Tenggara menegaskan langkahnya dalam membangun ekonomi pesisir yang lebih kuat dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang maju, aman, sejahtera, dan religius. (red)

× Advertisement
× Advertisement