CELEBESPOS.ID, KENDARI – Mobil Mitsubishi Xpander hitam milik Istiqlal Budianto, putra mantan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof. H. Mahmud Hamundu, dirusak oleh orang tak dikenal (OTK) saat terparkir di depan Masjid An-Nur, Jalan Budi Utomo, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, bertepatan dengan waktu salat Subuh. Saat itu, Toto —sapaan akrab Istiqlal Budianto — memarkir mobilnya di seberang jalan tepat di depan Masjid An-Nur. Pasalnya, area parkir yang biasa digunakan full. Kondisi sekitar masjid terbilang ramai karena jamaah baru saja menunaikan salat.
Usai melaksanakan salat Subuh, Toto kembali ke lokasi parkir dan mendapati kaca belakang mobilnya telah rusak. Kaca terlihat retak hingga pecah dan terdorong masuk ke dalam kabin kendaraan. Sejumlah jamaah masjid yang melihat kondisi tersebut mengelilingi mobil dan menanyakan siapa pemiliknya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian sempat terlihat dua orang tak dikenal berboncengan sepeda motor di sekitar area parkir. Keduanya diduga melemparkan benda kecil menyerupai kelereng ke arah mobil. Karena ukurannya kecil, lemparan tersebut tidak menimbulkan suara keras, sehingga aksi perusakan tidak langsung disadari.
Toto mengaku menemukan dua benda kecil di dalam mobil yang diduga kuat merupakan benda yang digunakan pelaku. Beberapa jamaah masjid juga menyebut sempat melihat dua orang berboncengan sepeda motor meninggalkan lokasi tak lama setelah kejadian, tepat setelah jamaah selesai melaksanakan salat Subuh.
Setelah memeriksa kendaraan, pemilik Al-Munawwir Stable and Archery ini memastikan tidak ada barang berharga yang hilang. Dompet yang berada di bawah kursi mobil masih utuh. Ia menilai, pelaku tidak melakukan pencurian dan hanya menyebabkan kerusakan pada kendaraan.
Toto mengaku tidak mengetahui motif di balik aksi perusakan tersebut. Ia juga menegaskan tidak merasa memiliki persoalan atau konflik dengan pihak mana pun.
Ia menduga peristiwa tersebut terjadi tepat saat jamaah sedang melaksanakan salat di masjid. Meski lokasi parkir berada di area terbuka dan ramai, aksi perusakan tetap bisa terjadi tanpa disadari.
Atas kejadian ini, Toto mengalami kerugian materi akibat kerusakan kaca belakang mobil. Ia pun tidak melaporkan kejadian tersebut ke aparat. Ia hanya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan, termasuk di sekitar tempat ibadah, guna menghindari kejadian serupa. (red)






