CELEBESPOS.ID, KENDARI — Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 9-10 Mei 2026. Luapan sungai dan tingginya intensitas hujan menyebabkan ribuan warga terdampak dan ratusan rumah terendam air.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sedikitnya sebanyak 797 rumah atau kepala keluarga terdampak banjir dengan jumlah warga mencapai 3.517 jiwa. Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Kecamatan Kambu, Baruga, Wuawua, Poasia, dan Kadia.
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai pinggang hingga dada orang dewasa. Warga di bantaran Kali Wanggu menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak akibat meluapnya aliran sungai.
Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan relawan diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet. Sejumlah warga, termasuk anak-anak dan lansia, dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena debit air terus meningkat.
Di tengah proses evakuasi, musibah tersebut juga memakan korban jiwa. Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat hujan deras mengguyur Kota Kendari.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh di beberapa kawasan. Sejumlah ruas jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan akibat genangan air yang cukup tinggi. Aparat kepolisian terpaksa melakukan pengalihan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.
BPBD Kota Kendari menyebut ratusan warga kini mengungsi di sejumlah titik pengungsian sementara. Pemerintah daerah bersama instansi terkait mulai menyalurkan bantuan logistik, makanan siap saji, air bersih, serta kebutuhan darurat lainnya bagi warga terdampak.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, turun langsung meninjau lokasi banjir dan meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat membantu masyarakat.
“Kami fokus pada penanganan warga terdampak dan memastikan bantuan segera tersalurkan,” ujarnya.
Hingga Minggu malam, 10 Mei 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi di beberapa wilayah Kota Kendari. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor. (red)

