SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Politik
Beranda / Politik / PDIP Tanam Tabebuya di Masjid Al Alam, Target 1.000 Pohon untuk Kota Kendari

PDIP Tanam Tabebuya di Masjid Al Alam, Target 1.000 Pohon untuk Kota Kendari

Ketua DPC PDIP Kota Kendari Apriliani Puspitawati bersama kader menanam pohon tabebuya di kawasan Masjid Al Alam, Kendari, Ahad (22/2/2026), dalam rangka program penghijauan dengan target 1.000 pohon. (Foto: JIE)

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Kendari melakukan aksi sosial Ramadan dengan menanam pohon tabebuya di kawasan Masjid Al Alam, Ahad, 22 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari target penanaman 1.000 pohon tabebuya di berbagai titik Kota Kendari secara bertahap.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kendari, Apriliani Puspitawati, S.I.Kom., menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda simbolik, melainkan bagian dari gerakan sosial dan lingkungan yang sudah dirancang sejak jauh hari. Bahkan, sehari sebelumnya kader partai telah menggelar aksi bersih-bersih di area masjid.

Alhamdulillah, kegiatan ini sudah kami mulai sejak kemarin sore dengan bersih-bersih masjid. Selama menyambut Ramadan dan sepanjang Ramadan nanti, kami memang agendakan kegiatan sosial seperti ini,” ujar Apriliani di sela-sela penanaman pohon.

Apriliani yang juga anggota DPRD Kota Kendari dari daerah pemilihan Mandonga–Puuwatu menjelaskan, aksi sosial tidak hanya dilakukan di Masjid Al Alam. DPC PDIP Kota Kendari juga membantu sejumlah masjid lain yang menyampaikan laporan kebutuhan kepada mereka.

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

“Kami membantu sesuai kebutuhan yang dilaporkan ke kami. Ada yang membutuhkan semen untuk perbaikan, ada yang membutuhkan lampu, dan perlengkapan lainnya. Prinsipnya, selama itu untuk kepentingan umat dan rumah ibadah, kami siap mendukung,” katanya.

Masjid Al Alam dipilih sebagai lokasi kegiatan kali ini karena kondisinya dinilai membutuhkan perhatian, terutama pada area halaman yang ditumbuhi rumput tinggi dan terdapat sampah. Selain itu, kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM saat Ramadan, khususnya menjelang berbuka puasa.

“Ramadan itu aktivitas meningkat di sini. Banyak UMKM berjualan dan masyarakat datang berbuka puasa. Kami ingin kawasan ini bersih, nyaman, dan ke depan semakin indah,” ujar Apriliani.

Penanaman tabebuya merupakan bagian dari gerakan “Merawat Pertiwi” yang diinstruksikan Ketua Umum PDI Perjuangan kepada seluruh kader di daerah.

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

Menurut Apriliani, Merawat Pertiwi tidak hanya dimaknai sebagai menanam pohon, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan lingkungan secara menyeluruh, termasuk pengelolaan sampah dan penghijauan ruang publik.

DPC PDI Perjuangan Kota Kendari menargetkan 1.000 pohon tabebuya tertanam di Kota Kendari. Hingga saat ini, sekitar 250 pohon telah direalisasikan.

Jenis tabebuya dipilih karena dinilai mudah tumbuh dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Apriliani mengaku terinspirasi dari langkah mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang menjadikan tabebuya sebagai salah satu ikon penghijauan kota.

“Tabebuya ini mudah tumbuh dan bunganya cantik. Kami ingin Kota Kendari juga semakin indah seperti kota-kota lain yang berhasil mempercantik ruang publiknya.”

Ratusan Warga Kendari Salat Id Lebih Awal, Ini Alasan dan Naskah Khutbah Lengkapnya

“Mungkin ini bukan langkah besar, tetapi kalau dilakukan konsisten dan berkelanjutan, dampaknya akan terasa,” ujar Apriliani.

Ia mengakui ketersediaan bibit menjadi tantangan tersendiri, sehingga program dilakukan secara bertahap bekerja sama dengan Komunitas Ruang Positif yang membantu penyediaan bibit.

Kader PDIP Sulawesi Tenggara, Muhammad Fajar Hasan, menilai kegiatan tersebut menunjukkan komitmen partai untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bentuk wacana.

“Ini bukan sekadar simbolis. Kader turun langsung membersihkan lingkungan, menanam pohon, dan membantu kebutuhan masjid. Kami ingin politik itu memberi manfaat langsung,” kata Fajar.

Ia berharap gerakan penghijauan dan bantuan sosial ini dapat menjadi budaya kolektif yang berkelanjutan serta menginspirasi masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dengan menjadikan Ramadan sebagai momentum awal, DPC PDI Perjuangan Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus bergerak, baik dalam aksi sosial maupun penghijauan kota, hingga target 1.000 pohon tabebuya benar-benar terwujud. (red)

× Advertisement
× Advertisement