SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Hadiri Penamatan Santri, Bupati Muna Barat Apresiasi Pengelolaan Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari

Hadiri Penamatan Santri, Bupati Muna Barat Apresiasi Pengelolaan Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin bersama Pimpinan Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, H. Muh. Nur Alfiq saat berkeliling meninjau lingkungan pondok pesantren usai kegiatan penamatan santri, Ahad, 24 Mei 2026.

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menghadiri kegiatan penamatan santri Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari yang digelar di Ma’had Pondok, Ahad, 24 Mei 2026.

Meski tiba setelah rangkaian acara penamatan selesai dilaksanakan akibat pesawat yang ditumpanginya mengalami keterlambatan, kehadiran La Ode Darwin bersama istri dan rombongan tetap mendapat sambutan hangat dari pimpinan dan jajaran pengurus pondok pesantren.

Bupati Muna Barat tiba sekitar pukul 13.30 WITA dan langsung disambut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, H. Muh. Nur Alfiq.

Suasana santai dan penuh keakraban pun terlihat saat La Ode Darwin berdiskusi bersama pengurus pondok mengenai perkembangan pesantren, pendidikan tahfidz Al-Qur’an, hingga peluang kerja sama pengembangan sumber daya manusia berbasis pendidikan Qur’ani di Sulawesi Tenggara.

Enam Bakal Calon Sudah Daftar, Pilrek UHO 2026 Makin Memanas

Dalam kesempatan itu, La Ode Darwin mengaku kagum melihat perkembangan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari yang dinilainya tumbuh sangat pesat.

Menurutnya, pesantren tersebut tidak hanya berkembang dari sisi jumlah santri, tetapi juga menunjukkan kemajuan dari aspek manajemen dan pembangunan infrastruktur.

“Jadi ke sini saya dalam rangka memenuhi undangan dari Pak Ustaz untuk menghadiri penamatan santri. Tapi di sisi lain, saya juga datang untuk belajar bagaimana pengelolaan pesantren seperti ini bisa diterapkan di Kabupaten Muna Barat,” ujarnya.

Ia mengatakan, tata kelola pesantren yang diterapkan di Baitul Qur’an Al Askar menjadi salah satu contoh pengembangan pendidikan Islam yang patut diapresiasi.

Institut Ilmu Al-Qur’an Jannatu Adnin Kendari Hadir Cetak Generasi Qurani di Sultra, UKT Mahasiswa Gratis

“Saya sudah melihat langsung bagaimana manajemennya, kemudian infrastruktur bangunannya juga sudah sangat luar biasa. Ini menjadi inspirasi bagi kami di daerah,” katanya.

La Ode Darwin bahkan menilai Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari saat ini telah menjadi salah satu pesantren terbesar di Sulawesi Tenggara.

“Kalau saya melihat, ini mungkin sudah menjadi salah satu pesantren terbesar di Sulawesi Tenggara. Dan ke depan sangat berpotensi menjadi pesantren nomor satu terbesar di Sultra,” ungkapnya.

Tak hanya berdiskusi, Bupati Muna Barat juga menyempatkan diri berkeliling memantau lingkungan pondok pesantren. Ia terlihat meninjau sejumlah fasilitas dan sarana pendidikan yang ada di kawasan pondok.

SMKN 3 Kendari Gelar Karya Siswa dan Lomba Fashion Show, Angkat Tenun Sultra ke Panggung Kreativitas Pelajar

Kunjungan tersebut semakin menambah ketertarikan La Ode Darwin terhadap konsep pengelolaan dan pengembangan pesantren yang diterapkan di Baitul Qur’an Al Askar Kendari.

Tak hanya itu, Bupati Muna Barat juga mengungkapkan rencananya untuk menjalin kerja sama pendidikan dengan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jannatu Adnin Kendari yang berada dalam naungan pondok pesantren tersebut.

Menurutnya, ke depan Pemerintah Kabupaten Muna Barat akan mencoba mengirim putra-putri daerah yang berminat melanjutkan pendidikan Al-Qur’an di kampus tersebut.

“Kalau nanti ada anak-anak kita yang tamat SMA dan berminat kuliah di institut Al-Qur’an (Institut Ilmu Al-Qur’an Jannatu Adnin Kendari, red) insya Allah kita akan coba kirim setiap tahun beberapa orang. Jadi mereka tidak perlu jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menyebut, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki dasar keilmuan agama yang kuat.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, H. Muh. Nur Alfiq, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan berbagai pihak terhadap perkembangan pondok pesantren.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki cita-cita besar untuk memperluas syiar Al-Qur’an hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Alhamdulillah, harapan kita ke depan bagaimana di setiap kabupaten di Sulawesi Tenggara bisa berdiri pondok tahfidz. Sehingga Sultra ini benar-benar menjadi daerah yang dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia mengakui mewujudkan cita-cita tersebut bukan perkara mudah dan membutuhkan proses panjang. Namun, menurutnya langkah itu harus mulai dibangun dari sekarang demi masa depan generasi muda Sulawesi Tenggara.

“Memang tidak gampang, tetapi insya Allah tidak salah kalau kita mulai dari sekarang. Nanti generasi-generasi ke depan yang akan merasakan manfaatnya,” katanya.

Terkait kemungkinan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengiriman santri maupun mahasiswa, Nur Alfiq mengaku selama ini pihaknya belum secara khusus melakukan sosialisasi ke daerah-daerah.

Meski demikian, ia membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara demi memperkuat syiar Al-Qur’an.

“Selama ini memang belum pernah kita sosialisasikan secara khusus ke pemerintah daerah. Tetapi ke depan kita akan coba bangun komunikasi dan kerja sama. Semakin banyak pemerintah daerah yang ikut mendukung, tentu akan semakin mudah juga syiar Al-Qur’an ini berkembang,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara pesantren dan pemerintah daerah dapat menjadi langkah bersama dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan masyarakat. (red)

× Advertisement
× Advertisement