CELEBESPOD.ID, KENDARI – Semangat membumikan Al-Qur’an menggema di Kota Kendari pada Ahad (5/7/2026). Sekitar 500 santri Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, termasuk siswa-siswi MI Baitul Qur’an Al Askar, mengikuti rangkaian Pekan Muharram, Sultra Muroja’ah Jilid 2, dan Doa Damai Sultraku yang berlangsung sejak dini hari hingga pagi.
Kegiatan diawali dengan salat Tahajud berjamaah di Masjid DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Menjelang Subuh, para santri melanjutkan qiyamul lail dengan salat Subuh berjamaah sebelum menuju kawasan Eks MTQ Kendari untuk melaksanakan murojaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an secara bersama-sama.
Suasana khusyuk tampak menyelimuti kawasan tersebut. Ratusan santri duduk di kursi sambil melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Masyarakat yang melintas pun turut menyaksikan semangat generasi muda dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pawai syiar Pekan Muharram yang mengusung tema Sultra Muroja’ah Jilid 2 dan Doa Damai Sultraku. Pawai diikuti santri, asatiz, alumni, serta masyarakat. Turut hadir rombongan Study Tour Haul AG KH. Muh. Yahya dari Lembaga Tahfidzul Qur’an Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., M.A., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Sultra Muroja’ah merupakan langkah nyata dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari menyelenggarakan kegiatan yang sangat luar biasa, yaitu Pekan Muharram yang dirangkaikan dengan Sultra Muroja’ah Jilid 2 dan Doa Damai untuk Sulawesi Tenggara. Kami sangat bangga karena inti kegiatan ini adalah bagaimana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab suci yang dibaca, tetapi juga harus dipahami, dihafalkan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, upaya melahirkan generasi Qurani harus terus diperkuat melalui pendidikan di pesantren, madrasah, maupun sekolah.
Menurut H. Mansur, keikutsertaan sekitar 500 santri dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat melahirkan penghafal Al-Qur’an terus tumbuh sebagai kelanjutan dari Gerakan Seribu Santri Penghafal Al-Qur’an yang pernah dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kegiatan ini sangat sinergi dengan program Kementerian Agama maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan Sultra yang religius,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tenggara terus mendorong penguatan kelembagaan pesantren serta implementasi nilai-nilai Al-Qur’an melalui dunia pendidikan.
Salah satunya melalui program Gema Imtaq (Gerakan Masyarakat Muslim Cinta Al-Qur’an) yang membiasakan aparatur Kementerian Agama, peserta didik madrasah, hingga santri untuk membaca maupun menghafal Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas setiap hari.
“Kalau dilakukan secara berkelanjutan, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an akan semakin meningkat sehingga cita-cita membumikan Al-Qur’an di Sulawesi Tenggara dapat terwujud,” jelasnya.

Ia berharap Sultra Muroja’ah tidak hanya menjadi agenda Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang diikuti pondok-pondok pesantren di seluruh Sulawesi Tenggara.
“Sudah banyak pesantren yang memiliki program tahfiz. Akan lebih baik apabila kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara bersama sehingga menjadi syiar Al-Qur’an yang dapat langsung disaksikan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari, KH. Muh. Nur Alfiq, S.Q., S.Sos.I., mengatakan Sultra Muroja’ah merupakan ikhtiar membangun budaya mencintai Al-Qur’an sekaligus mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat umat Islam dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an melalui kegiatan yang melibatkan santri, alumni, ulama, dan masyarakat.
Ia berharap Sultra Muroja’ah dapat terus berkembang menjadi gerakan tahunan yang melibatkan lebih banyak lembaga pendidikan Islam, sehingga cita-cita menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai daerah yang melahirkan generasi Qurani dapat terwujud.
Melalui rangkaian salat Tahajud berjamaah, murojaah Al-Qur’an, pawai syiar, hingga Doa Damai Sultraku, Pekan Muharram yang digelar Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari tahun ini tidak sekadar menjadi peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa membumikan Al-Qur’an merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dirawat dari generasi ke generasi. (*)

