CELEBESPOS.ID, KONAWE SELATAN — Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Andoolo Utama, Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menggelar Tasyakur Milad ke-18 yang dirangkaikan dengan Wisuda Santri Al-Qur’an Bin Nadlor ke-18 dan Bil Ghoib ke-2, Kamis, 14 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Desa Andoolo Utama, Kecamatan Buke, Konawe Selatan itu dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra H. Mansur, unsur Forkopimda, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, alumni, hingga ratusan wali santri.
Mengusung tema “Pesantren dan Ikhtiar, Memperkuat Moralitas di Ruang Publik”, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan agenda “Alumni Back to Pesantren”.

Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab, KH. Moh. Wildan Habibi AR, S.Pd.I, dalam sambutannya mengungkap perjalanan panjang pesantren yang dirintis sejak tahun 2008.
“Delapan belas tahun lalu kami memulai dari rumah panggung sederhana dengan empat orang santri. Alhamdulillah hari ini jumlah santri yang menetap mencapai 515 orang, mulai dari jenjang MI hingga SMA,” ujar KH Wildan Habibi.
Ia menjelaskan, saat ini Minhajut Thullab telah berkembang dengan berbagai unit pendidikan mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Diniyah Minhajut Thullab, SMP Integral Minhajut Thullab, SMA Integral Minhajut Thullab, hingga Balai Latihan Kerja Komunitas.
Selain itu, pesantren juga memiliki sejumlah program ekstrakurikuler seperti pencak silat NU Pagar Nusa, sepak bola Minhutul FC, voli, hadrah Al-Banjari, marching band, pramuka, hingga tilawah Al-Qur’an.
KH Wildan juga menyampaikan perkembangan pembangunan pesantren putri yang berada sekitar satu kilometer dari lokasi utama pesantren.
“Alhamdulillah pembangunan pesantren putri saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Banyak bantuan datang dari jamaah dan para dermawan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan harapan agar pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pengembangan sarana pendidikan pesantren.
“Sejak SMP ini berdiri sampai hari ini, kami belum pernah mendapatkan hibah pembangunan gedung dari pemerintah daerah,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh aktivitas pendidikan di pesantren tetap berjalan dengan dukungan masyarakat dan semangat gotong royong.
“Semua gedung yang ada di sini merupakan bantuan dan perjuangan para senior serta para dermawan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua dalam sambutannya mengingatkan para santri agar tidak hanya berhenti pada seremoni wisuda semata, tetapi terus menjaga hafalan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Wisuda bukan akhir dari proses belajar. Yang lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an itu hidup dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari,” kata Hugua.
Ia juga mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren Minhajut Thullab yang dinilai konsisten membangun pendidikan berbasis agama dan kemandirian masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi pesantren dalam membina generasi muda di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi peran Pondok Pesantren Minhajut Thullab dalam mendidik generasi muda, khususnya dalam pembinaan akhlak dan pendidikan Al-Qur’an,” ujarnya.
Irham juga memastikan program bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan akan turut menyentuh para santri di pondok pesantren.
“Program seragam sekolah gratis juga akan menyentuh para santri,” katanya.
Selain prosesi wisuda, kegiatan juga diisi dengan tausiyah diniyah ilmiyah yang dibawakan KH. Thoha Mannan selaku Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thullab Pusat.
Di akhir acara, pihak pesantren menyampaikan bahwa konsumsi bagi ribuan jamaah disiapkan secara gotong royong oleh jamaah majelis taklim dan kelompok yasin di sekitar lingkungan pesantren.
Sebanyak 3.000 paket makanan disiapkan secara swadaya untuk para tamu dan jamaah yang hadir pada Milad ke-18 Pondok Pesantren Minhajut Thullab tersebut. (red)

