SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / TerasHijrah Archery Club Buka Pelatihan Atlet Panahan Tradisional untuk Anak dan Remaja di Kendari

TerasHijrah Archery Club Buka Pelatihan Atlet Panahan Tradisional untuk Anak dan Remaja di Kendari

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Minat anak-anak dan remaja terhadap olahraga panahan tradisional terus meningkat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Melihat perkembangan tersebut, TerasHijrah Archery Club resmi membuka program pelatihan dan pembinaan atlet.

Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan generasi muda yang ingin belajar panahan tradisional secara terarah, mulai dari tingkat dasar hingga persiapan menjadi atlet kompetitif.

Pelatih panahan tradisional TerasHijrah Archery Club, Coach Yoyo, mengatakan bahwa pembinaan tersebut hadir untuk menjawab tingginya minat masyarakat terhadap olahraga memanah yang kini semakin populer di kalangan anak-anak dan remaja.

“Sekarang banyak anak-anak yang tertarik belajar memanah. Kami ingin mereka punya wadah pembinaan yang positif, disiplin, dan berjenjang,” ujar Coach Yoyo.

Keripik Labu Qelaku, Camilan Renyah dari Kreativitas UMKM Lokal Kendari

Menurutnya, panahan bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari olahraga sunnah yang memiliki banyak manfaat bagi pembentukan karakter generasi muda.

“Panahan itu olahraga sunnah yang mengajarkan fokus, kesabaran, disiplin, dan pengendalian diri. Jadi selain sehat secara fisik, anak-anak juga dilatih mental dan akhlaknya,” katanya.

Ia menjelaskan, program pelatihan dibagi dalam tiga kelas pembinaan, yakni Short Class selama tiga bulan untuk persiapan lomba tingkat daerah, Medium Class enam bulan menuju kompetisi regional, dan Regular Class selama 12 bulan untuk pembinaan atlet tingkat nasional.

Menurut Coach Yoyo, program yang dijalankan bukan sekadar mengajarkan teknik dasar memanah, tetapi benar-benar menyiapkan peserta menjadi atlet panahan tradisional.

Beasiswa S2-S3 Dibuka, Alumni PTK hingga Pesantren Bisa Kuliah Doktor Tanpa Seleksi Ulang

“Kami ingin mereka ini bukan sekadar pandai memanah, tapi benar-benar disiapkan menjadi atlet,” katanya.

Ia menuturkan, pembinaan dilakukan secara intensif dan terarah agar para peserta mampu berkembang dalam waktu relatif singkat.

“Bukan hanya sekadar hobi. Target kami, dalam tiga bulan peserta sudah bisa dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat daerah melalui pembinaan dan latihan khusus yang intensif,” ujarnya.

Selain teknik memanah, peserta juga akan dilatih membangun kelincahan, fokus, konsistensi, serta mental bertanding sebagai seorang atlet.

Sultra Percepat Operasional Koperasi Merah Putih, Terminal Baruga Jadi Pusat Kegiatan

“Dalam dunia atlet itu bukan hanya kemampuan memanah saja, tapi bagaimana mereka punya mental atlet, mental kompetisi, disiplin latihan, dan terbiasa menghadapi pertandingan,” jelas Coach Yoyo.

Latihan dijadwalkan berlangsung rutin setiap Sabtu sore dan Ahad pagi di TerasHijrah Archery (THA) Centre, Jalan Kampung Baru, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Sementara itu, Pembina TerasHijrah Archery Club, Mr. Saha, mengatakan bahwa pembinaan usia dini sangat penting untuk mempersiapkan regenerasi atlet panahan tradisional Indonesia di masa mendatang.

Menurutnya, panahan tradisional saat ini bukan hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga mulai diminati masyarakat karena memiliki nilai budaya dan nilai sunnah yang kuat.

“Banyak orang tua sekarang mulai tertarik memasukkan anaknya latihan memanah karena ini bukan hanya olahraga biasa. Ada nilai sunnah, pendidikan karakter, disiplin, dan keberanian di dalamnya,” ujar Mr. Saha.

Mr. Saha sendiri dipercaya menjadi official tim panahan Indonesia yang akan berlaga pada ajang internasional Qonquest Cup 14 Fetih Kupasi 2026 di Turki yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 7 Juni 2026.

Menurutnya, tim Indonesia yang berangkat ke Turki merupakan para pemanah hasil seleksi dan prestasi dari berbagai turnamen nasional panahan tradisional di Indonesia.

Salah satu ajang yang menjadi perhatian nasional adalah Bosara Open Tournament Traditional Archery (BOTTA) 2026 di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Turnamen tersebut diikuti ratusan pemanah tradisional dari berbagai daerah dan menjadi salah satu turnamen bergengsi panahan tradisional nasional.

“Beberapa atlet yang akan berangkat ke Turki merupakan juara dan atlet berprestasi dari turnamen nasional seperti BOTTA 2026. Namun ada juga peserta yang berangkat melalui jalur mandiri karena memiliki kemampuan dan pengalaman bertanding yang baik,” ujar Mr. Saha.

Ia mengatakan, peluang atlet panahan tradisional Indonesia untuk tampil di level internasional kini semakin terbuka karena banyak negara mulai rutin menggelar turnamen besar panahan tradisional. Bahkan sudah ada beberapa atlet panahan tradisional Indonesia yang naik podium di even internasional.

“Untuk ajang internasional itu sekarang sudah banyak. Selain di Turki, ada juga di Korea, Cina, Singapura, Malaysia, Thailand, sampai Hongaria. Mudah-mudahan Indonesia ke depan bisa terus ikut di ajang-ajang besar seperti itu,” katanya.

Menurutnya, perkembangan panahan tradisional di Indonesia saat ini sangat pesat dan mulai mendapat perhatian luas, termasuk dari kalangan generasi muda.

Ia menilai Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar melahirkan atlet panahan tradisional yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional apabila pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak di Kendari punya kesempatan belajar dan berkembang sejak dini. Mudah-mudahan ke depan ada atlet dari Sultra yang bisa membawa nama Indonesia di ajang internasional,” tuturnya.

Melalui TerasHijrah Archery Academy, pihaknya berharap olahraga panahan tradisional tidak hanya berkembang sebagai hobi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan prestasi sekaligus pelestarian olahraga tradisional dan sunnah yang semakin diminati masyarakat Indonesia. (red)

× Advertisement
× Advertisement