SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Gempa M 2,9 Guncang Muna, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

Gempa M 2,9 Guncang Muna, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

CELEBESPOS.ID, MUNA – Wilayah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,9 pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 13.17 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di darat, tepatnya sekitar 7 kilometer barat Kabupaten Muna pada koordinat 4,80 LS dan 122,65 BT, dengan kedalaman 2 kilometer.

Petugas Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kendari, Waode Mudhalifana, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.

Tahapan Pilrek UHO 2026–2030 Resmi Dimulai, Pelantikan Rektor Dijadwalkan 25 Agustus

Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) BMKG serta laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Muna Barat dengan intensitas II hingga III MMI.

Pada skala II MMI, getaran dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Sementara pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk berlalu.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 14.00 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).

KKP Tetapkan Penerima Bantuan Rumput Laut 2026, Kelompok dari Buton Tengah dan Muna Dapat Alokasi 10 Unit

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. BMKG meminta warga hanya mengakses informasi resmi melalui kanal resmi BMKG, baik website, media sosial, maupun aplikasi InfoBMKG.

Sementara itu, Plt Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menegaskan bahwa pemantauan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tenggara terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi perkembangan aktivitas tektonik di kawasan tersebut. (red)

× Advertisement
× Advertisement