SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / BMKG Prediksi Curah Hujan Sultra Menurun hingga Juli 2026, Ini Daerah yang Terdampak

BMKG Prediksi Curah Hujan Sultra Menurun hingga Juli 2026, Ini Daerah yang Terdampak

CELEBESPOS.ID, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di wilayah Sulawesi Tenggara akan mengalami penurunan secara bertahap hingga Juli 2026.

Prediksi tersebut tertuang dalam Buletin Iklim Sulawesi Tenggara Edisi April 2026 yang dirilis Stasiun Klimatologi Sultra.

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Kusairi, menyampaikan bahwa tren penurunan curah hujan ini seiring dengan perubahan dinamika atmosfer serta potensi berkembangnya fenomena El Nino dalam beberapa bulan ke depan.

“Mulai Mei hingga Juli 2026, curah hujan di Sulawesi Tenggara diprakirakan mengalami penurunan bertahap, dengan dominasi kategori rendah hingga menengah,” ujarnya.

Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

BMKG memproyeksikan, pada Mei 2026 curah hujan di Sultra masih berada pada kisaran 101 hingga 400 milimeter atau kategori menengah. Namun, kondisi tersebut mulai menurun pada Juni menjadi 51 hingga 300 milimeter.

Memasuki Juli, penurunan semakin terlihat dengan curah hujan diperkirakan berada pada kisaran 21 hingga 200 milimeter, bahkan sebagian wilayah berpotensi mengalami kategori rendah.

Dari sisi sebaran wilayah, daerah seperti Kolaka, Bombana, Muna, Konawe Selatan, hingga Kendari diperkirakan mulai mengalami penurunan curah hujan lebih awal, terutama pada pertengahan hingga akhir periode tersebut.

Sementara itu, wilayah kepulauan seperti Buton, Buton Utara, dan Wakatobi masih berpotensi menerima curah hujan yang relatif lebih tinggi pada awal periode, khususnya di bulan Mei.

Puluhan Archer Sultra Siap Tempur di BOTTA 2026, Incar Tiket Emas ke Turki

BMKG juga memprediksi sifat hujan di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara akan didominasi kategori bawah normal, terutama memasuki Juni hingga Juli 2026.

Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya perubahan pola angin yang mulai didominasi angin timuran serta suhu muka laut yang cenderung normal hingga lebih hangat.

Selain itu, BMKG mencatat adanya potensi perkembangan fenomena El Nino lemah hingga moderat yang dapat mengurangi intensitas hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara.

“Perubahan ini menjadi sinyal awal peralihan menuju musim kemarau di sejumlah wilayah,” jelas Kusairi.

ORADO Sultra Kirim Atlet ke Kejurnas Domino 2026 di Bogor, Target Persembahan Terbaik untuk HUT Sultra

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di sektor pertanian, untuk mulai menyesuaikan pola tanam dan mengantisipasi potensi kekeringan.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memanfaatkan informasi ini sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya air serta mitigasi dampak perubahan iklim.

BMKG menegaskan bahwa masyarakat perlu terus memantau informasi resmi cuaca dan iklim guna menghindari dampak yang lebih besar akibat perubahan kondisi atmosfer. (red)

× Advertisement
× Advertisement