SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Puluhan Archer Sultra Siap Tempur di BOTTA 2026, Incar Tiket Emas ke Turki

Puluhan Archer Sultra Siap Tempur di BOTTA 2026, Incar Tiket Emas ke Turki

Sejumlah archer Sulawesi Tenggara melakukan latihan intens di lapangan panahan sebagai persiapan menghadapi turnamen BOTTA 2026 di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Semangat panahan tradisional kembali menggema dari Sulawesi Tenggara (Sultra). Puluhan archer dari berbagai klub panahan tradisional di daerah ini dipastikan siap bertolak mengikuti Bosara Open Tournament Traditional Archery (BOTTA) 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026 di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Keikutsertaan mereka bukan sekadar meramaikan kompetisi. Tim Archer Sultra datang dengan misi besar: mempersembahkan prestasi terbaik sekaligus membidik golden tiket menuju ajang panahan tradisional dunia, Conquest Cup Fetih Kupasi di Turki.

Salah satu Archer Sultra, drg. Randi, menyebut para atlet yang akan diberangkatkan merupakan perwakilan dari berbagai komunitas panahan tradisional yang aktif berkembang di Sultra.

Alhamdulillah, ada puluhan archer dari berbagai klub yang siap berangkat. Mereka sudah menjalani persiapan cukup matang. Dari jauh hari, kami intens melakukan latihan di beberapa lapangan panahan, baik di Kota Kendari, Konawe Selatan, maupun Konawe. Bahkan, untuk memaksimalkan performa atlet, kami juga mendatangkan arrowmaker dari Aceh guna mendukung kesiapan peralatan para archer saat berlaga di BOTTA,” ujar Archer asal Konawe Selatan ini.

Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Ia menambahkan, ajang internasional yang dibidik para archer Sultra memiliki nilai sejarah dan prestasi yang kuat.

“Conquest Cup ini digelar setiap tahun pada 29 Mei untuk memperingati penaklukan Konstantinopel, dan tahun ini sudah memasuki edisi ke-14. Pada penyelenggaraan ke-12 tahun 2024, Indonesia berhasil mencatat sejarah dengan meraih juara 1 dan juara 2 dunia. Sementara tahun 2025, Indonesia kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih juara 3 dunia,” jelasnya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi besar bagi para archer daerah, termasuk Sultra.

“Tahun ini semoga Indonesia bisa kembali mendominasi podium, apalagi ada tiga kategori yang dipertandingkan di Turki nanti. Ini peluang besar, dan kami ingin menjadi bagian dari perjuangan itu,” tambahnya.

ORADO Sultra Kirim Atlet ke Kejurnas Domino 2026 di Bogor, Target Persembahan Terbaik untuk HUT Sultra

Ia menegaskan, ajang ini menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa Sultra memiliki potensi besar di cabang panahan tradisional yang tumbuh dari komunitas.

“Ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi juga pembuktian bahwa pembinaan berbasis komunitas di daerah bisa melahirkan atlet yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Target kami memberikan yang terbaik untuk Sulawesi Tenggara, sekaligus berikhtiar mengamankan golden tiket ke Turki,” tegasnya.

Sementara itu, dukungan juga datang dari Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sulawesi Tenggara. Ketua Pordasi Sultra, Mr. Saha, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian terhadap perkembangan panahan, terutama yang memiliki keterkaitan dengan tradisi dan nilai-nilai olahraga berkuda.

“Pordasi memang fokus pada olahraga berkuda, tetapi kami juga memberi perhatian pada cabang-cabang yang memiliki irisan, termasuk panahan, terutama panahan tradisional yang berkembang di masyarakat,” jelasnya.

Isu LGBT Mengemuka di Kendari, Fraksi PKS Dorong Perda Pelarangan

Lebih jauh, ia menilai panahan tradisional tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi juga menyimpan nilai yang lebih luas.

“Panahan tradisional ini bukan hanya soal prestasi. Ini juga bagian dari amalan sunnah yang penting untuk dipelihara dan dikembangkan. Ada nilai ibadah, ada pembinaan karakter, dan tentu juga potensi prestasi yang bisa mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Menurutnya, langkah para archer Sultra ini menjadi cerminan semangat generasi daerah yang terus bergerak dan berprestasi.

“Mereka ini membawa nama Sulawesi Tenggara. Harapannya, semangat seperti ini bisa terus mendapat dukungan yang menguat, agar ke depan semakin banyak prestasi yang lahir dari daerah,” katanya.

Ajang BOTTA 2026 sendiri dipastikan akan berlangsung kompetitif. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 500 peserta dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Kompetisi ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari umum, beregu, hingga junior, baik untuk ikhwan maupun akhwat.

Dengan persaingan yang ketat, jalan menuju podium hingga tiket emas ke Turki tentu tidak mudah. Namun dengan persiapan yang matang dan semangat yang kuat, Tim Archer Sultra optimistis mampu menorehkan hasil terbaik.

Di balik anak panah yang melesat menuju sasaran, tersimpan harapan besar: bahwa dari Sulawesi Tenggara, lahir prestasi yang mampu berbicara di panggung dunia. (red)

× Advertisement
× Advertisement