CELEBESPOS.ID, KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menegaskan bahwa masa depan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko tidak menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Komisi X DPR RI dan Badan Pusat Statistik (BPS) di Kantor BPS Sultra, Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, sejumlah program pemerintah selama ini masih menghadapi tantangan karena belum sepenuhnya berbasis data yang terintegrasi. Akibatnya, intervensi seperti operasi pasar maupun program pengendalian kemiskinan belum optimal.
“Kadang kita bergerak cepat, tapi belum tentu tepat. Di sinilah pentingnya data sebagai dasar kebijakan,” kata Andi Sumangerukka.
Pemprov Sultra kini mulai mendorong perubahan pendekatan pembangunan dengan memperkuat sistem statistik daerah. Langkah ini mencakup integrasi data lintas sektor, peningkatan kapasitas aparatur, serta optimalisasi peran BPS sebagai rujukan utama data.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sultra berhasil masuk delapan besar nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2024 dan meraih penghargaan Anindita Wistara Data.
Di tengah penguatan sistem data, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting. Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry B. Harmadi, menyebut sensus ini akan memberikan gambaran utuh mengenai aktivitas ekonomi nasional hingga ke daerah.
Sementara itu, Komisi X DPR RI menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam membangun ekosistem data yang kuat dan dapat diandalkan.
Dengan dukungan penuh terhadap Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Sultra berharap arah pembangunan ke depan semakin tepat sasaran, mampu menekan kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (red)






