SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Ekonomi & Bisnis
Beranda / Ekonomi & Bisnis / MES Sultra Dorong Masyarakat Jadi Investor Cerdas lewat Roadshow Pasar Modal Syariah

MES Sultra Dorong Masyarakat Jadi Investor Cerdas lewat Roadshow Pasar Modal Syariah

Suasana Roadshow Pasar Modal Syariah Chapter Kendari yang digelar MES Sultra di Hotel Zahra Syariah, Kamis (27/8/2026).

CELEBESPOS.ID, KENDARI — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulawesi Tenggara terus mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap investasi berbasis prinsip syariah. Salah satunya melalui Roadshow Pasar Modal Syariah (RPMS) Chapter Kendari yang digelar di Khaira Ballroom, Hotel Zahra Syariah Kendari, Kamis (27/8/2026).

Mengangkat tema “Pemasukan Jalan, Investasi Aman: Saatnya Mengenal Pasar Modal Syariah”, kegiatan tersebut diikuti 76 peserta. Roadshow menghadirkan Deputi Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tenggara, Ricky, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Hadir sebagai narasumber, Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Nivi Hendwiyani, serta dari RHB Sekuritas, Harry Setiawan.

Sekretaris PW MES Sulawesi Tenggara, La Ode Rakhmad Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan dukungan MES terhadap berbagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah, khususnya pasar modal syariah.

Pordasi Konawe Bidik Prestasi Nasional hingga Internasional, La Bihanas: Ini Amanah yang Berat

Menurutnya, pemahaman yang baik menjadi modal penting agar masyarakat tidak sekadar tertarik berinvestasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara bijak dan sesuai prinsip syariah.

Dalam pemaparannya, Nivi Hendwiyani menjelaskan bahwa investasi merupakan penanaman uang atau modal pada suatu aset dengan tujuan memperoleh keuntungan di kemudian hari. Namun, setiap instrumen investasi tetap memiliki risiko.

Karena itu, calon investor perlu memahami karakter diri, tujuan dan target investasi, strategi, serta kemampuan dalam mengalokasikan dana sebelum mulai berinvestasi.

Nivi juga memperkenalkan konsep pasar modal syariah sebagai seluruh aktivitas di pasar modal yang memenuhi prinsip Islam, baik dari sisi pelaku pasar, mekanisme transaksi, infrastruktur pasar maupun efek yang diperdagangkan.

Sekum KONI Konawe: Pordasi Bukan Sekadar Olahraga, Bisa Jadi Jalan Pembinaan Generasi Muda

Ia menjelaskan, prinsip utama yang harus diperhatikan dalam pasar modal syariah antara lain menghindari riba, gharar, dan maysir, serta memastikan objek transaksi memenuhi ketentuan syariah.

Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai saham syariah, proses seleksi saham syariah, Daftar Efek Syariah (DES), berbagai produk dan instrumen pasar modal syariah, hingga indeks syariah.

Materi kemudian berlanjut pada mekanisme transaksi saham syariah di Bursa Efek Indonesia serta pemanfaatan Sharia Online Trading System (SOTS).

Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa SOTS memiliki sejumlah ketentuan khusus, di antaranya tidak memperbolehkan margin trading dan short selling, menggunakan transaksi berbasis dana tunai, serta hanya memperbolehkan saham syariah untuk ditransaksikan.

Pordasi Konawe Lahir, Olahraga Berkuda Disiapkan Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda

Sementara itu, Harry Setiawan memberikan perspektif yang lebih praktis mengenai strategi investasi syariah dan penggunaan SOTS.

Ia menjelaskan bahwa saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang memiliki potensi keuntungan melalui kenaikan harga maupun dividen. Namun, potensi keuntungan tersebut tetap berjalan beriringan dengan risiko investasi.

Harry kemudian memperkenalkan pendekatan 3C yang dapat digunakan investor ketika memilih saham syariah, yakni Check Syariah, Check Bisnis, dan Check Harga.

Melalui pendekatan tersebut, investor terlebih dahulu memastikan saham yang dipilih masuk dalam Daftar Efek Syariah terbaru. Setelah itu, investor perlu memahami bisnis dan kinerja perusahaan serta tidak mengambil keputusan hanya karena suatu saham sedang ramai diperbincangkan.

Ia juga mengingatkan pentingnya berinvestasi secara bertahap dan melakukan diversifikasi. Dana yang digunakan untuk investasi pun sebaiknya merupakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

“Belajar sebelum menambah modal” menjadi salah satu prinsip penting yang ditekankan dalam sesi tersebut. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai alur pembukaan rekening efek syariah hingga proses transaksi menggunakan platform SOTS.

Tidak berhenti pada materi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembukaan akun saham syariah dan tanya jawab. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis mengenai tahapan untuk memulai investasi di pasar modal syariah.

Melalui roadshow tersebut, MES Sulawesi Tenggara bersama para mitra berharap literasi pasar modal syariah di masyarakat semakin berkembang. Masyarakat diharapkan mampu menjadi investor yang lebih cerdas, terukur, dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah.

Sebab, investasi syariah bukan berarti investasi tanpa risiko. Begitu pula SOTS bukanlah mesin pencetak uang.

Pesan tersebut menjadi penutup penting dari kegiatan RPMS Chapter Kendari: sebelum menempatkan uang, investor perlu belajar; sebelum membeli, perlu melakukan pengecekan; dan sebelum menambah modal, perlu memahami risiko serta menyusun perencanaan dengan matang. (red)

× Advertisement
× Advertisement