SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Januari 2026, Sultra Diguncang 8 Gempa yang Dirasakan Warga, Ini Titik Lokasinya

Januari 2026, Sultra Diguncang 8 Gempa yang Dirasakan Warga, Ini Titik Lokasinya

CELEBESPOS.ID, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas kegempaan yang cukup dinamis di wilayah Sulawesi Tenggara sepanjang Januari 2026. Meski puluhan gempa terekam oleh jaringan seismograf, BMKG melaporkan bahwa hanya delapan gempa yang benar-benar dirasakan masyarakat — seluruhnya berintensitas rendah hingga sedang dan tidak menimbulkan kerusakan.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, S.T., M.Geo., menegaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam kategori normal mengingat posisi Sulawesi Tenggara berada di kawasan tektonik aktif.

“Aktivitas gempa sepanjang Januari 2026 masih tergolong wajar untuk wilayah Sulawesi Tenggara. Daerah ini berada di dekat beberapa sumber sesar aktif, sehingga gempa-gempa kecil hingga menengah kerap terjadi,” kata Rudin.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Kendari, sepanjang Januari 2026, gempa-gempa yang dirasakan umumnya berkekuatan kecil (M 1,8–3,8) dengan kedalaman dangkal sekitar 4–5 kilometer dan berpusat di darat. Kondisi ini membuat guncangan lebih mudah terasa, meskipun dampaknya terbatas.

Tertimpa Batu Saat Bekerja, Operator Excavator di Baubau Meninggal Dunia

BMKG merinci delapan kejadian gempa yang dirasakan warga terjadi di sejumlah kabupaten, yakni:

1. Konda, Konawe Selatan (2 Januari 2026, dini hari) — Magnitudo 3,4, dirasakan hingga Kota Kendari (III MMI).

2. Ranomeeto Barat, Konawe Selatan (2 Januari 2026) — Magnitudo 1,8 (II MMI).

3. Lasalepa, Muna (3 Januari 2026) — Magnitudo 3,0 (II–III MMI).

BMKG: Curah Hujan Sultra Masih Fluktuatif hingga Juni 2026, Potensi Ekstrem Tetap Ada

4. Lalolae, Kolaka Timur (11 Januari 2026) — Magnitudo 3,6 (III–IV MMI).

5. Lalolae, Kolaka Timur (15 Januari 2026) — Magnitudo 2,6 (III MMI).

6. Tirawuta, Kolaka Timur (18 Januari 2026) — Magnitudo 2,7 (II–III MMI).

7. Wakorumba Utara, Buton Utara (25 Januari 2026) — Magnitudo 3,8 (III MMI).

Seorang Pria Dilaporkan Jatuh dari Longboat di Perairan Ereke, Tim SAR Dikerahkan

8. Laeya, Konawe Selatan (30 Januari 2026) — Magnitudo 2,9 (II–III MMI).

Menurut Rudin, seluruh gempa tersebut merupakan gempa tektonik yang dipicu aktivitas sesar lokal di daratan Sulawesi Tenggara.

“Mayoritas gempa yang dirasakan bersumber dari aktivitas patahan lokal di darat. Karena kedalamannya relatif dangkal, getarannya lebih mudah terasa oleh masyarakat,” jelasnya.

BMKG juga mengingatkan publik mengenai perbedaan antara magnitudo dan intensitas gempa. Magnitudo menggambarkan kekuatan gempa di sumbernya, sedangkan intensitas (MMI) menunjukkan dampak guncangan di permukaan yang bisa berbeda-beda tergantung jarak dan kondisi geologi setempat.

Secara umum, intensitas gempa yang dirasakan masyarakat Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 berada pada skala II–III MMI, yang berarti getaran terasa di dalam rumah seperti ada kendaraan berat melintas, tetapi tidak membahayakan bangunan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan hanya mengakses informasi resmi terkait gempa melalui kanal resmi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu pantau informasi resmi BMKG terkait aktivitas gempa dan potensi bahayanya,” tutup Rudin. (red)

× Advertisement
× Advertisement