SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / BOTTA 2026 Resmi Digelar di Luwu Utara, 574 Archer dari Seluruh Indonesia Ambil Bagian

BOTTA 2026 Resmi Digelar di Luwu Utara, 574 Archer dari Seluruh Indonesia Ambil Bagian

Peserta kategori akhwat mengikuti lomba panahan tradisional dalam ajang BOTTA 2026 di Pondok Pesantren Nurul Huda Bungadidi, Luwu Utara.

CELEBESPOS.ID, LUWU UTARA — Lapangan Pondok Pesantren Nurul Huda Bungadidi, Jumat, 1 Mei 2026, dipenuhi semangat dan energi persaudaraan. Ratusan pemanah dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam satu titik, menandai dibukanya Bosara Open Tournament Traditional Archery (BOTTA) 2026.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Luwu Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar), Saleh, S.Sos.

Dalam sambutannya, Saleh menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang BOTTA 2026 yang dinilai tidak hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai wadah mempererat persaudaraan dan melestarikan nilai-nilai budaya.

“Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya BOTTA 2026. Ini bukan sekadar turnamen, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta melestarikan panahan tradisional yang sarat nilai budaya dan kebaikan,” ujarnya.

Tahapan Pilrek UHO 2026–2030 Resmi Dimulai, Pelantikan Rektor Dijadwalkan 25 Agustus

Ia juga menekankan bahwa panahan tradisional memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Panahan tidak hanya melatih ketepatan dan konsentrasi, tetapi juga membentuk karakter—melatih kesabaran, kedisiplinan, dan sportivitas. Nilai-nilai ini sangat penting untuk terus ditanamkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kebanggaan karena Luwu Utara dipercaya menjadi tuan rumah ajang berskala nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Luwu Utara memiliki daya tarik sebagai tuan rumah kegiatan nasional. Ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan daerah kita lebih luas,” katanya.

KKP Tetapkan Penerima Bantuan Rumput Laut 2026, Kelompok dari Buton Tengah dan Muna Dapat Alokasi 10 Unit

Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Bosara Open Tournament Traditional Archery (BOTTA) 2026 secara resmi kami nyatakan dibuka,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia BOTTA 2026, dr. Andi Muhammad Farid, menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan ruang pertemuan nilai, budaya, dan semangat kebersamaan.

“BOTTA bukan hanya tentang kompetisi. Ini adalah ruang silaturahmi, ruang persaudaraan, dan tempat bertemunya semangat olahraga dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita. Para pemanah datang membawa semangat yang sama: sportivitas, menjaga adab, dan menghidupkan sunnah memanah,” ujarnya.

Kemendiktisaintek Tunjuk Prof Khairul Munadi Jabat Plh Rektor UHO

Ia menjelaskan, pelaksanaan turnamen dibagi dalam beberapa kategori yang digelar selama tiga hari.

“Turnamen dimulai sejak Jumat dengan menuntaskan kategori anak dan remaja. Kemudian dilanjutkan pada Sabtu untuk kategori akhwat, dan Ahad untuk kategori ikhwan. Panitia juga menyiapkan dua golden tiket untuk kategori ikhwan dan akhwat sebagai tiket menuju ajang internasional di Turki,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga 3 Mei 2026 ini diikuti oleh 574 peserta dari berbagai kategori. Rinciannya, 195 peserta kategori senior ikhwan, 79 peserta senior akhwat, 205 peserta anak-anak, serta kategori beregu yang terdiri dari 49 tim ikhwan dan 36 tim akhwat.

Jumlah tersebut menjadi bukti bahwa panahan tradisional terus berkembang dan diminati oleh berbagai kalangan lintas usia.

Tidak hanya dari wilayah Sulawesi, peserta yang hadir juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Nabire, Surabaya, Pasuruan, Aceh, Tasikmalaya, Bogor, Bontang, Berau, hingga berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi.

“Ini menunjukkan bahwa BOTTA telah menjadi magnet persaudaraan dan ajang yang diperhitungkan dalam dunia panahan tradisional Indonesia,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, mulai dari pemerintah daerah, unsur Forkopimda, KONI, pimpinan pesantren, sponsor, hingga para relawan.

“Di balik kemeriahan hari ini, ada kerja panjang dan pengorbanan banyak pihak. Ada yang bekerja dalam diam, ada yang membantu tanpa ingin disebutkan namanya. BOTTA tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh banyak hati yang percaya bahwa kebaikan harus diperjuangkan bersama,” ungkapnya.

Para peserta pun disambut hangat untuk tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga menikmati suasana Luwu Utara.

“Kami ucapkan selamat datang. Nikmati bukan hanya pertandingan ini, tetapi juga keindahan alam, keramahan masyarakat, dan persaudaraan yang tumbuh di sini,” katanya.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menjadikan ajang ini sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata mengejar kemenangan.

“Bertandinglah dengan gagah namun tetap rendah hati. Menang dengan terhormat, dan jika belum menang, pulanglah dengan pengalaman dan persaudaraan. Karena sejatinya, sasaran terbesar bukan hanya target di depan, tetapi target dalam diri: disiplin, kesabaran, dan akhlak,” pesannya.

BOTTA 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan panahan tradisional di Indonesia, sekaligus memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah kompetisi.

“Dari Luwu Utara, kita kirim pesan bahwa persaudaraan lebih kuat dari persaingan, dan warisan budaya akan tetap hidup selama ada generasi yang menjaganya,” tutupnya.

Mengusung tagline “BOTTA 2026 — Lampaui Batasmu”, ajang ini tidak hanya menguji ketepatan bidikan, tetapi juga mengasah jiwa, karakter, dan semangat para pemanah dari seluruh penjuru negeri. (red)

× Advertisement
× Advertisement