CELEBESPOS.ID, BOMBANA — Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Bombana resmi dibentuk. Dalam musyawarah yang digelar di Kasipute, Kabupaten Bombana, Rabu (19/8/2026), Andi Altin Mappasoko terpilih sebagai Ketua Pordasi Kabupaten Bombana.
Pembentukan kepengurusan Pordasi Bombana menjadi langkah awal untuk mengembangkan olahraga berkuda sekaligus menyiapkan atlet-atlet daerah menghadapi berbagai ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara yang direncanakan berlangsung di Kota Kendari pada November mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pordasi Sulawesi Tenggara Saharudin, perwakilan KONI Kabupaten Bombana Ilham, jajaran dan calon pengurus Pordasi Bombana, serta para pegiat dan pecinta olahraga berkuda.
Dalam sambutannya, Saharudin mengatakan terbentuknya Pordasi Bombana merupakan bagian dari proses panjang pengembangan organisasi olahraga berkuda di Sulawesi Tenggara.

Saharudin yang akrab disapa Mr. Saha menjelaskan, Pordasi Sulawesi Tenggara sendiri merupakan organisasi yang relatif baru kembali dibangun setelah upaya pembentukan pada era 1990-an belum berhasil terealisasi.
“Dulu pada tahun 1990-an pernah diperjuangkan untuk membentuk Pordasi di Sulawesi Tenggara, tetapi belum terbentuk. Saya sendiri sekitar dua tahun mengurus proses pembentukan Pordasi Sulawesi Tenggara sampai memenuhi persyaratan. Alhamdulillah, sekarang sudah berjalan dua tahun,” ujar Mr. Saha.
Menurutnya, setelah kepengurusan tingkat provinsi berjalan, pembentukan organisasi di tingkat kabupaten dan kota menjadi langkah penting agar pembinaan olahraga berkuda dapat dilakukan secara lebih luas dan terstruktur.


Mr. Saha juga menjawab anggapan bahwa keberadaan Pordasi harus selalu identik dengan kepemilikan kuda.
Ia mengatakan, keberadaan kuda di Bombana sebenarnya bukan sesuatu yang sulit ditemukan. Bahkan, kuda-kuda yang selama ini berada di kawasan Bukit Teletabis maupun dipelihara masyarakat dapat menjadi bagian dari potensi pengembangan olahraga berkuda di daerah.
“Kalau teman-teman melihat ada kuda berkeliaran atau di kandang di sekitar Bukit Teletabis, itu adalah potensi kita. Di Kendari ada kudanya, di Bombana sekarang kita mulai mengembangkan juga,” katanya.
Ia menegaskan, Pordasi bukan sekadar organisasi yang mengurus aktivitas berkuda, melainkan juga memiliki tanggung jawab besar dalam membina atlet dan mengembangkan berbagai disiplin olahraga berkuda.

Mr. Saha kemudian memperkenalkan sejumlah disiplin yang berada dalam naungan Pordasi. Salah satunya adalah pacu, yakni olahraga yang mengandalkan kecepatan kuda dan kemampuan joki, yang secara sederhana ia ibaratkan seperti MotoGP, tetapi menggunakan kuda.
Selain pacu, terdapat polo berkuda yang memiliki karakter permainan seperti olahraga beregu. Kemudian ada jumping atau lompat rintangan, dressage yang menitikberatkan pada gerakan dan kepatuhan kuda, serta endurance yang menguji daya tahan kuda dan penunggang dalam menempuh jarak jauh.
“Endurance itu seperti maraton. Bukan lari kencang, tetapi berkuda dalam jarak tertentu dengan mengutamakan daya tahan,” jelasnya.

Saha mengungkapkan, Sulawesi Tenggara juga telah mengikuti perkembangan disiplin berkuda memanah atau horseback archery. Bahkan, atlet Sultra telah dibawa mengikuti ajang tingkat nasional.
“Pordasi Sulawesi Tenggara sudah ikut. Pada PON terakhir, kita mengantar atlet berkuda memanah. Pak Idham sebagai Ketua Kontingen Sulawesi Tenggara waktu itu ikut mengantar atlet kita,” katanya.
Menurut Mr. Saha, Sulawesi Tenggara juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan olahraga endurance. Ia bahkan menyebut kawasan sekitar Konda dan Kendari berpotensi dikembangkan sebagai jalur endurance yang dapat menarik peserta dari berbagai daerah bahkan negara lain.
Dua pekan sebelum kegiatan di Bombana, Saharudin mengaku baru saja mengikuti kegiatan endurance di kawasan Gunung Bromo yang diikuti peserta dari Indonesia dan Malaysia.
“Di Bromo, orang biasanya mendaki atau berfoto-foto di atas kuda. Kami justru melakukan endurance sejauh 20 kilometer. Ke depan, insyaallah jalur endurance akan kita kembangkan di sekitar Konda dan Kota Kendari,” ujarnya.
Ia optimistis pengembangan jalur endurance di Sulawesi Tenggara dapat membuka peluang digelarnya event internasional.
“Sekali kita menggelar endurance, minimal bisa diikuti dua negara. Ini sangat diminati. Teman-teman dari berbagai negara juga menunggu kapan ada jalur endurance yang dibuka,” tambahnya.
Lebih jauh, Saharudin menekankan pentingnya pembentukan Pordasi Bombana karena cabang olahraga berkuda telah masuk dalam agenda pertandingan Porprov Sulawesi Tenggara yang direncanakan berlangsung November 2026.
Karena itu, ia meminta pengurus Pordasi Bombana segera bergerak melakukan pembinaan atlet.
“Kita genjot sekarang. Bombana harus punya atlet. Karena cabang berkuda sudah masuk cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprov,” tegasnya.
Saharudin juga menyampaikan target Pordasi Sulawesi Tenggara untuk menyelesaikan pembentukan kepengurusan Pordasi di 17 kabupaten/kota.
Ia menyebut Ketua Umum PP Pordasi saat ini adalah Aryo PS Djojohadikusumo. Berdasarkan laman resmi Pordasi, Aryo PS Djojohadikusumo memang menjabat Ketua Umum Pordasi periode 2024–2028.
Sementara itu, kegiatan pembentukan Pordasi Bombana dibuka oleh perwakilan KONI Kabupaten Bombana, Ilham.
Dalam sambutannya, Ilham menyambut positif terbentuknya Pordasi Bombana. Menurutnya, kehadiran organisasi tersebut harus segera diarahkan pada pembinaan atlet lokal agar Bombana mampu berprestasi dalam Porprov mendatang.
“Kami dari KONI Bombana mengharapkan teman-teman bersama-sama mengembangkan atlet-atlet yang ada di Kabupaten Bombana, khususnya karena Porprov nanti direncanakan berlangsung di Kota Kendari pada November,” ujarnya.
Ilham juga mengingatkan pengurus Pordasi Bombana agar segera melengkapi seluruh administrasi organisasi. Dokumen tersebut antara lain daftar hadir musyawarah, berita acara pelaksanaan musyawarah, serta surat kepengurusan kepada KONI Kabupaten Bombana untuk kemudian diteruskan kepada Pordasi Sulawesi Tenggara guna penerbitan surat keputusan resmi.
Ia menegaskan bahwa Pordasi Bombana merupakan milik bersama dan tidak boleh dibangun dengan sekat-sekat kepentingan tertentu.
“Bombana ini milik kita bersama. Tidak ada perbedaan. Mari sama-sama kita kembangkan atlet-atlet yang ada di Kabupaten Bombana,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ilham secara resmi membuka musyawarah pembentukan Pordasi Kabupaten Bombana.
Setelah melalui proses musyawarah, Andi Altin Mappasoko dipercaya memimpin Pordasi Kabupaten Bombana.
Dalam sambutannya sebagai ketua terpilih, Andi Altin mengatakan keputusannya maju sebagai calon ketua didorong keinginan untuk memajukan olahraga berkuda di Bombana dan mempersiapkan atlet daerah menghadapi Porprov.
“Alasan saya maju sebagai calon Ketua Pordasi Kabupaten Bombana karena ada keinginan untuk memajukan cabang olahraga Pordasi di Kabupaten Bombana, terutama dalam rangka mengikuti Porprov di Kendari,” ujarnya.
Ia berharap keikutsertaan Bombana dalam cabang olahraga berkuda pada Porprov nantinya tidak sekadar menjadi partisipasi, tetapi mampu menghasilkan prestasi dan medali.
“Harapan saya, Bombana bisa mengharumkan nama daerah dan minimal mendapatkan medali,” katanya.
Andi Altin juga mengajak seluruh pengurus, senior, komunitas serta pemilik kuda untuk bergotong royong membangun Pordasi Bombana sejak awal.
Menurutnya, potensi pengembangan olahraga berkuda di Bombana sudah mulai terlihat. Ia menyebut sejumlah pihak di Bombana telah memiliki kuda yang dapat menjadi bagian dari proses pembinaan.
“Kita sudah punya potensi. Tinggal bagaimana setelah terbentuk ini kita bergerak bersama,” ujarnya.
Ia juga menyebut akan segera membangun komunikasi dengan KONI Bombana untuk menyelaraskan program Pordasi dengan agenda pembinaan olahraga daerah.
“Kita akan gas komunikasi langsung dengan Ketua KONI. Insyaallah Pordasi Bombana akan menyala di Porprov nanti,” katanya.
Sementara itu, perwakilan KONI Bombana, Ilham, pada bagian penutupan kembali menekankan pentingnya kecepatan pengurus baru dalam menyelesaikan administrasi serta menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Menurutnya, penyusunan RAB penting agar program pembinaan dan kebutuhan menghadapi Porprov dapat dipetakan sejak awal.
Ia mengatakan KONI Bombana telah menerima puluhan RAB dari cabang olahraga lainnya sehingga Pordasi juga diharapkan segera menyampaikan kebutuhan programnya untuk dilakukan asistensi.
“Secepatnya teman-teman menyusun RAB. Karena sampai saat ini sudah lebih dari 20 cabang olahraga yang menyetor RAB. Jangan sampai nanti sudah ditutup baru dibawa,” ujarnya.
Ilham mengatakan setiap cabang olahraga nantinya akan menjalani asistensi untuk mempresentasikan target masing-masing pada Porprov.
Ia berharap Pordasi Bombana dapat memanfaatkan banyaknya nomor atau disiplin dalam olahraga berkuda untuk mengejar peluang medali.
“Kalau cabang olahraga berkuda memiliki banyak nomor yang dipertandingkan, kita harus melihat mana nomor yang peluang medalinya paling banyak. Jangan sampai nomor yang dipertandingkan hanya sedikit tetapi anggarannya besar. Ini perlu kita hitung bersama,” katanya.
Ia menargetkan seluruh cabang olahraga di Bombana mampu memberikan kontribusi terhadap target prestasi daerah pada Porprov mendatang.
Ilham juga menyampaikan bahwa KONI Bombana akan memasukkan Ketua Pordasi Bombana ke dalam grup komunikasi cabang olahraga se-Kabupaten Bombana agar koordinasi dan pertukaran informasi dapat berjalan lebih cepat.
Terbentuknya Pordasi Bombana diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan organisasi tersebut mampu melahirkan atlet, membangun sistem pembinaan, menyiapkan sarana dan kuda yang memadai, serta memanfaatkan potensi berbagai disiplin olahraga berkuda.
Dengan adanya dukungan Pordasi Sulawesi Tenggara, KONI Bombana, pemerintah daerah, komunitas, serta para pemilik dan pecinta kuda, Pordasi Bombana diharapkan dapat menjadi wadah baru bagi generasi muda Bombana untuk menorehkan prestasi melalui olahraga berkuda.
Musyawarah kemudian ditutup secara resmi oleh perwakilan KONI Kabupaten Bombana. Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama antara pengurus Pordasi Sulawesi Tenggara, pengurus Pordasi Bombana terpilih, KONI Bombana, serta para peserta yang hadir. (red)

