CELEBESPOS.ID, KENDARI – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperluas jejaring internasional melalui partisipasi aktif dalam program SEA-Teacher Project Batch ke-11, sebuah inisiatif kawasan Asia Tenggara yang bertujuan meningkatkan kompetensi mengajar sekaligus memperkaya wawasan global mahasiswa pendidikan.
Dalam program tersebut, FKIP UHO menerima 10 mahasiswa asal Camarines Norte State College (CNSC), Filipina, yang mengikuti kegiatan sejak 5 April hingga 2 Mei 2026 di Kota Kendari. Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran kolaboratif dan multikultural di lingkungan kampus maupun sekolah mitra.
Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., M.P., mengatakan bahwa program SEA-Teacher tidak sekadar pertukaran mahasiswa, tetapi menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang strategis bagi calon pendidik.
“Program ini bukan sekadar pertukaran mahasiswa, tetapi ruang pembelajaran lintas budaya yang sangat berharga. Mereka tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga memahami sistem pendidikan, karakter siswa, serta nilai-nilai budaya di negara lain,” ujarnya.
Para mahasiswa dari Filipina tersebut berasal dari berbagai bidang studi, yakni tiga orang dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dua orang dari Social Studies, serta masing-masing satu orang dari Sciences, Mathematics, dan Pendidikan Bahasa Inggris, serta dua orang dari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Selama berada di Kendari, mereka menjalani teaching practicum atau praktik mengajar di sejumlah sekolah mitra FKIP UHO, di antaranya SMAN 1 Kendari, MAN 1 Kendari, serta SD dan SMP Lazuaradi Ibnu Sina Global Islamic School. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas, berinteraksi dengan siswa, serta menerapkan metode pembelajaran inovatif sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Menurut Dr. Damhuri, program ini juga memberikan manfaat timbal balik bagi mahasiswa dan tenaga pendidik di Indonesia, khususnya di Kota Kendari.
“Mahasiswa kita mendapatkan pengalaman internasional tanpa harus keluar negeri, sementara guru-guru di sekolah mitra juga dapat bertukar praktik baik dalam pembelajaran,” jelasnya.
Tidak hanya menerima mahasiswa asing, FKIP UHO juga akan mengirimkan delapan mahasiswa ke CNSC Filipina pada periode 14 Juni hingga 11 Juli 2026. Mahasiswa yang akan diberangkatkan berasal dari delapan program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Geografi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Akuntansi.
Pengiriman mahasiswa ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan calon guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta wawasan internasional yang kuat.
“Ini adalah langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia pendidikan yang unggul dan berdaya saing di kawasan Asia Tenggara,” tutup Dr. Damhuri.
Melalui program SEA-Teacher Project, FKIP UHO terus menegaskan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era global. (red)






