SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Humaniora
Beranda / Humaniora / Pordasi Bombana Baru Terbentuk, KONI Dorong Kejar Target Medali Porprov

Pordasi Bombana Baru Terbentuk, KONI Dorong Kejar Target Medali Porprov

Perwakilan KONI Bombana, Ilham, menyampaikan arahan dalam pembentukan Pordasi Bombana.

CELEBESPOS.ID, BOMBANA — Terbentuknya Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Bombana tidak hanya menjadi momentum lahirnya organisasi olahraga baru, tetapi juga membuka peluang bagi daerah untuk menambah kekuatan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026.

KONI Kabupaten Bombana langsung mendorong pengurus Pordasi yang baru terbentuk agar bergerak cepat menyiapkan administrasi, program pembinaan, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai persiapan menghadapi Porprov yang direncanakan berlangsung di Kota Kendari pada November mendatang.

Hal tersebut disampaikan perwakilan KONI Bombana, Ilham, saat menghadiri pembentukan sekaligus pemilihan Ketua Pordasi Kabupaten Bombana di Kasipute, Rabu (19/8/2026).

Menurut Ilham, Pordasi Bombana harus segera memanfaatkan momentum pembentukan organisasi untuk menyiapkan atlet dan menyusun program yang terukur. Sebab, olahraga berkuda telah masuk dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov Sultra.

Pordasi Konawe Bidik Prestasi Nasional hingga Internasional, La Bihanas: Ini Amanah yang Berat

“Ini merupakan salah satu momen yang tidak bisa terlupakan dan perlu mendapat perhatian ke depan karena menyangkut masa depan Bombana terkait masalah atlet,” ujar Ilham.

Ia mengatakan, KONI Bombana menyambut positif terbentuknya Pordasi karena keberadaan cabang olahraga baru tersebut dapat memperbesar peluang Bombana meraih prestasi di ajang Porprov.

Namun, menurutnya, pembentukan kepengurusan harus segera diikuti dengan langkah konkret, terutama dalam memenuhi kelengkapan administrasi organisasi.

Ilham meminta Ketua Pordasi Bombana terpilih, Andi Altin Mappasoko, segera membuat surat pengajuan rekomendasi kepada Pordasi Sulawesi Tenggara agar kepengurusan Pordasi Bombana memperoleh legalitas melalui surat keputusan dari tingkat provinsi.

Sekum KONI Konawe: Pordasi Bukan Sekadar Olahraga, Bisa Jadi Jalan Pembinaan Generasi Muda

“Ketua terpilih agar secepatnya membuat surat pengajuan rekomendasi ke provinsi,” katanya.

Selain administrasi organisasi, KONI Bombana juga menekankan pentingnya penyusunan RAB. Menurut Ilham, dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam proses perencanaan kebutuhan masing-masing cabang olahraga menghadapi Porprov.

“Kalau bisa teman-teman pengurus nanti membuat RAB. Karena itu yang penting,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah lebih dari 20 cabang olahraga di Bombana yang menyampaikan RAB kepada KONI. Karena itu, Pordasi diharapkan tidak terlambat menyerahkan dokumen kebutuhan program dan pembinaannya.

Pordasi Konawe Lahir, Olahraga Berkuda Disiapkan Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda

“Secepatnya teman-teman menyusun. Jangan sampai nanti sudah ditutup, baru dibawa,” tegasnya.

Ilham menjelaskan, setelah RAB disampaikan, KONI Bombana akan melakukan asistensi terhadap masing-masing cabang olahraga. Dalam proses tersebut, setiap cabang akan diminta mempresentasikan program, kebutuhan, serta target yang ingin dicapai pada Porprov.

Bagi Pordasi, proses tersebut dinilai penting karena olahraga berkuda memiliki sejumlah disiplin dan nomor pertandingan yang berpotensi menghasilkan medali.

Ilham mengaku mendapat informasi dari Ketua Pordasi Sulawesi Tenggara bahwa olahraga berkuda memiliki banyak nomor yang dapat dipertandingkan.

Karena itu, ia meminta pengurus Pordasi Bombana tidak sekadar mengikuti Porprov, tetapi sejak awal harus menghitung peluang prestasi dan memetakan nomor yang memiliki potensi medali.

“Minimal harus banyak medali yang kita dapat di sini,” ujarnya.

Menurut Ilham, strategi tersebut penting dalam pengelolaan anggaran olahraga. Setiap cabang harus mampu menentukan prioritas berdasarkan jumlah nomor yang dipertandingkan, peluang atlet, serta target medali.

“Kalau kita membandingkan, bukan berarti memobilisasi. Kita harus melihat mana medali yang banyak diperlombakan dibandingkan dengan yang sedikit. Jangan sampai medalinya cuma dua yang diperlombakan, tetapi anggarannya besar,” katanya.

Ia berharap Pordasi Bombana dapat menyusun strategi pembinaan sejak dini sehingga keikutsertaan pada Porprov nantinya benar-benar memberikan kontribusi terhadap prestasi kontingen Bombana.

Sebelumnya, KONI Bombana juga telah menyampaikan target besar daerah pada Porprov 2026, yakni berupaya masuk dalam jajaran 10 besar perolehan medali.

Karena itu, setiap cabang olahraga diharapkan memiliki target yang jelas dan realistis. Pordasi sebagai cabang yang baru terbentuk pun diminta tidak merasa sebagai pendatang baru, tetapi langsung mempersiapkan diri untuk memberikan kejutan.

Untuk memperlancar koordinasi, Ilham mengatakan KONI Bombana akan memasukkan Ketua Pordasi Bombana ke dalam grup komunikasi cabang olahraga se-Kabupaten Bombana.

Dengan demikian, berbagai kendala teknis, administrasi, maupun kebutuhan pembinaan dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama.

“Ketua terpilih nanti saya akan masukkan ke dalam grup cabang olahraga se-Kabupaten Bombana, supaya kita bisa sharing apa-apa yang menjadi kendala,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Pordasi Sulawesi Tenggara Saharudin menyambut terbentuknya Pordasi Bombana sebagai bagian dari perluasan pembinaan olahraga berkuda di Sulawesi Tenggara.

Ia menjelaskan bahwa olahraga berkuda tidak hanya berkaitan dengan pacuan kuda, tetapi memiliki berbagai disiplin, seperti jumping, dressage, endurance, polo, pacu, hingga berkuda memanah.

Menurut Mr. Saha, keberadaan potensi kuda di Bombana menjadi modal awal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan olahraga daerah.

Menanggapi hal tersebut, Andi Altin Mappasoko selaku Ketua Pordasi Bombana terpilih menyatakan siap menindaklanjuti dukungan KONI dan Pordasi Sultra.

Ia mengatakan, dirinya maju memimpin Pordasi Bombana karena ingin mengembangkan olahraga berkuda sekaligus mempersiapkan atlet daerah menghadapi Porprov.

“Harapan saya, Bombana bisa mengharumkan nama daerah dan minimal mendapatkan medali,” ujarnya.

Dengan dukungan KONI Bombana dan Pordasi Sultra, pekerjaan rumah Pordasi Bombana kini bukan lagi sekadar membentuk kepengurusan. Tantangan berikutnya adalah mencari dan membina atlet, mengoptimalkan potensi kuda yang ada, menyusun program, memenuhi administrasi, serta memastikan target prestasi dapat diwujudkan pada Porprov 2026.

Jika langkah tersebut dapat dilakukan secara cepat dan terukur, cabang olahraga berkuda berpeluang menjadi salah satu kekuatan baru Bombana dalam perburuan medali pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. (red)

× Advertisement
× Advertisement