CELEBESPOS.ID, KENDARI — Program Studi Bahasa Prancis Universitas Halu Oleo (UHO) resmi menjalin kerja sama dengan SMA Kartika XX-2 Kendari melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan bahasa, Selasa, 22 April 2026.
Kerja sama ini difokuskan pada pembinaan dan pengenalan Bahasa Prancis bagi siswa, sebagai upaya memperluas wawasan kebahasaan sekaligus membuka peluang kompetensi global bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara.
Kepala SMA Kartika XX-2 Kendari, La Ode Suaib, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini tidak menyasar seluruh siswa, melainkan hanya bagi mereka yang memiliki minat untuk belajar Bahasa Prancis.

“Program ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI yang berminat. Tidak ada syarat khusus, yang penting ada kemauan untuk belajar,” ujar Suaib.
Pada tahap awal, kegiatan pembelajaran akan berlangsung selama tiga minggu. Menariknya, siswa akan dibimbing langsung oleh native speaker asal Prancis, yakni mahasiswa Universitas La Rose, Mrs. Lena, yang memberikan pengalaman belajar bahasa secara autentik.
“Selama tiga minggu pertama, siswa akan mendapatkan pembimbingan langsung dari native speaker. Ini tentu menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk mengenal bahasa dan budaya Prancis secara lebih dekat,” tambahnya.
Setelah tahap awal tersebut, proses pembelajaran akan dilanjutkan oleh pihak UHO, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa Program Studi Bahasa Prancis. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pembelajaran sekaligus memperdalam materi yang telah diperoleh siswa.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga membuka peluang pengembangan program ini ke depan. Suaib menyebutkan bahwa keberlanjutan kegiatan akan sangat bergantung pada hasil evaluasi tahap awal.
“Jika hasil evaluasinya baik, maka program ini akan dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan tetap menghadirkan native speaker dari Prancis,” jelasnya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan siswa tidak hanya sekadar mengenal Bahasa Prancis, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk mendalami bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global di masa depan. (red)






