SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / HUT ke-29 Desa Liabalano, Momentum Menyatukan Sejarah, Gotong Royong, dan Semangat Membangun Desa

HUT ke-29 Desa Liabalano, Momentum Menyatukan Sejarah, Gotong Royong, dan Semangat Membangun Desa

Suasana puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Desa Liabalano di Balai Pertemuan Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Selasa (28/7/2026), yang dihadiri Bupati Muna bersama unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga.

CELEBESPOS.ID, MUNA – Usia ke-29 menjadi babak penting dalam perjalanan Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna. Di balik kemeriahan peringatan hari jadinya, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, merawat sejarah, dan membangun masa depan desa melalui semangat gotong royong serta inovasi.

Semangat itu terasa dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Desa Liabalano yang digelar pada Selasa, 28 Juli 2026, di Balai Pertemuan Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Muna, Drs. H. Bahrun, M.Si, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, SH., MH, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kontunaga Muharam, SH, Kapolsek Kontunaga, para kepala desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Kontunaga, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda serta warga Desa Liabalano.

Dalam sambutannya, Bupati Muna mengajak seluruh desa di Kabupaten Muna menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum untuk melahirkan kreativitas dan terobosan baru dalam pembangunan desa.

Pordasi Konawe Bidik Prestasi Nasional hingga Internasional, La Bihanas: Ini Amanah yang Berat

Kepala Desa Liabalano, Alifuddin, SE, berfoto bersama Bupati Muna, Drs. H. Bahrun, M.Si, dan masyarakat usai menghadiri puncak peringatan HUT ke-29 Desa Liabalano di Balai Pertemuan Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Selasa (28/7/2026).

Menurut Bahrun, setiap desa memiliki keunggulan yang berbeda. Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat harus mampu mengembangkan sekaligus mempromosikan hasil-hasil pertanian dan kearifan lokal agar dikenal lebih luas dan memiliki nilai ekonomi.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian yang produktif, termasuk pengembangan komoditas jagung dan tanaman pangan lainnya.

Menurutnya, pembangunan ketahanan pangan harus dimulai dari desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045, di mana desa diharapkan menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera.

“Kita tidak cukup hanya memiliki potensi. Potensi itu harus dikelola, dipromosikan dan dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengangkat nama desa,” pesan Bahrun.

Sekum KONI Konawe: Pordasi Bukan Sekadar Olahraga, Bisa Jadi Jalan Pembinaan Generasi Muda

Senada dengan itu, Kepala Desa Liabalano, Alifuddin, SE, mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-29 sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong dan kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan desa.

Menurutnya, kemajuan Desa Liabalano merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus dijaga agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga.

Penghormatan kepada Para Pendahulu

Selain menjadi ajang silaturahmi masyarakat, puncak HUT Desa Liabalano juga dirangkaikan dengan penganugerahan gelar adat kehormatan kepada tujuh tokoh masyarakat yang dinilai berjasa dalam perjalanan pemerintahan, pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pordasi Konawe Lahir, Olahraga Berkuda Disiapkan Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda

Ketujuh tokoh tersebut adalah La Mahabu, Drs. Syahrim Salim, La Ode Ngkodau, La Fedika, A.Ma.Pd, Seazon, La Ode Idris, dan La Hasiri.

Penganugerahan tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para tokoh yang telah meletakkan fondasi pembangunan Desa Liabalano sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan sejarah Desa Liabalano yang mengingatkan masyarakat pada perjalanan panjang desa sejak dimekarkan dari Desa Kontunaga. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan kabhanti yang diiringi gambus, serta berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat, mulai dari bola gotong, balap karung, domino, kebersihan antar-dasawisma hingga lomba makanan nonberas.

Harapan dari Berbagai Tokoh

Camat Kontunaga, Muharam, SH, turut menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi Desa Liabalano yang ke-29.

Ia berharap desa tersebut terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri dan sejahtera.

“Mari kita jaga kekompakan, gotong royong dan kebersamaan. Liabalano maju masyarakat, Liabalano aman dan sentosa,” ujarnya.

Ucapan serupa disampaikanDrs La Onte, yang dikenal sebagai salah satu penggagas pemikiran terbentuknya Desa Liabalano, sekaligus kepala Desa Kontunaga saat itu seblum mekar, turut pula hadir bapak Drs La Indo mantan camat kontunaga dalam acara tersebut.

Menurutnya, perjalanan hampir tiga dekade Desa Liabalano merupakan hasil perjuangan dan kebersamaan banyak pihak yang harus terus dijaga.

Ia berharap Desa Liabalano semakin maju, mandiri, serta masyarakatnya senantiasa diberikan kesejahteraan, kemandirian dan kemakmuran di bawah kepemimpinan Kepala Desa Alifuddin.

Sementara itu, mantan Camat Kontunaga yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Muna, Lestari G. Bitu, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan HUT ke-29 Desa Liabalano.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Desa Liabalano, panitia pelaksana, tokoh masyarakat, pemuda serta seluruh warga yang telah menunjukkan semangat kebersamaan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Menurut Lestari, partisipasi aktif masyarakat menjadi cerminan kuatnya persatuan dan kecintaan terhadap desa.

Ia berharap momentum HUT menjadi penguat tali silaturahmi sekaligus melahirkan berbagai inovasi yang mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Selamat Hari Ulang Tahun Desa Liabalano. Teruslah bertumbuh menjadi desa yang maju, mandiri, berbudaya dan sejahtera,” ucapnya.

Peringatan HUT ke-29 Desa Liabalano akhirnya tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia desa. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan desa dibangun melalui penghormatan terhadap sejarah, kekuatan gotong royong, kepemimpinan yang visioner, serta keberanian berinovasi dalam mengelola potensi lokal.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Desa Liabalano diharapkan mampu menjadi desa yang semakin maju, mandiri, berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. (red)

× Advertisement
× Advertisement